Ciuman di Tengah Hening, Tangis di Ujung Doa- Tradisi 'Cium Tuan' di Wure, Adonara

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 16 April 2025 | 16:09 WIB
Prosesi 'Cium Tuan ' di Wure Adonara. (Foto/ Tarwan Stanis)
Prosesi 'Cium Tuan ' di Wure Adonara. (Foto/ Tarwan Stanis)

Tak sedikit yang meneteskan air mata, termasuk Charolin (33), seorang peziarah dari Kupang.

“Rasanya sulit dijelaskan dengan kata-kata. Di sini saya merasa sangat dekat dengan Tuhan. Ada kedamaian dan kekuatan yang berbeda,” ungkapnya dengan mata brkaca- kaca.

Perjalanan menuju Desa Wure pun bukan tanpa cerita.

 Baca Juga: Puncak Prosesi Jumad Agung di Larantuka, Ini Pesan Penting Panitia untuk Peziarah

Dari Pelabuhan Larantuka, para peziarah menyeberangi Selat Gonzalu menggunakan kapal motor.

Meski ombak dan arus kadang tak bersahabat, pesona bukit-bukit di sepanjang jalur laut menjadi penghibur sekaligus penguat semangat dalam perjalanan menuju kapela suci ini.

Tradisi ‘Cium Tuan’ bukan sekadar ritual ziarah biasa.

 Baca Juga: Bisikan Gaib Bikin Nekat! Mahasiswa Pria Nyamar Jadi Jamaah Cewek, Pakai Mukena Masuk Barisan Wanita

Ini adalah warisan iman yang hidup, pengingat akan kasih dan pengorbanan Kristus, sekaligus momen refleksi bagi setiap insan yang datang, bahwa dalam diam dan hening, ada perjumpaan yang penuh makna dengan Sang Ilahi.

 

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X