REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pewaris Tahta Raja Larantuka, Don Andreas Martinus Diaz Viera de Godinho atau yang akrab disapa Don Tinus DVG, mengungkapkan bahwa tradisi Trewa dalam budaya Nagi menggambarkan ekspresi kegembiraan para pembenci Yesus Kristus saat Dia ditangkap dan tidak diakui sebagai Raja, Anak Allah.
Hal itu disampaikan Don Tinus dalam acara general repetisi lagu-lagu Jumat Agung di Istana Raja Larantuka, Kelurahan Pohon Sirih, Rabu (16/4/2025).
Menurut Don Tinus, tradisi Trewa berakar pada peristiwa penangkapan Yesus oleh bangsa Yahudi dua ribu tahun lalu.
Baca Juga: Semana Santa 'Emas' Flores Timur, Bupati Doni Dihen Dorong Penguatan Narasi Budaya dan Iman
Dalam suasana budaya Larantuka, kegaduhan bunyi-bunyian yang dikenal sebagai "Trewa" merupakan bentuk kebanggaan para penentang Yesus atas keberhasilan mereka menangkap Sang Mesias.
"Jadi itu adalah ungkapan kegembiraan bangsa Yahudi kala itu karena Tuhan Yesus telah ditangkap. Tradisi 'Trewa Nagi' dulu dilakukan dengan bunyi-bunyian, seperti dari bambu dan lain-lain. Kalau seng, bukan diseret di jalan, tetapi dipukul saja," jelas Don Tinus.
Lebih lanjut, Don Tinus menegaskan bahwa Trewa bukan hanya sekadar simbol kegembiraan dari sisi sejarah iman, tetapi juga menjadi pertanda memasuki masa perkabungan, mengenang masa sengsara Yesus Kristus yang akan diperingati umat Katolik dalam prosesi Jumat Agung.
Baca Juga: Tradisi Rabu Trewa Warnai Awal Tri Hari Suci di Larantuka, Anak- anak Seret Seng Keliling
"Trewa juga tanda dimulainya masa perkabungan, masa di mana kita memasuki masa sengsara Yesus Kristus," tambahnya.
Dalam penjelasannya, Don Tinus juga mengingatkan jalur tradisional Rabu Trewa yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur Nagi.
Artikel Terkait
Ribuan Peziarah Padati Kapel Tuhan Berdiri di Wure Jelang Prosesi Jumat Agung
Angkutan Lebaran Rampung, PELNI Sukses Selenggarakan Program Tiket Gratis Kemenhub dan Mudik Gratis BUMN
Ciuman di Tengah Hening, Tangis di Ujung Doa- Tradisi 'Cium Tuan' di Wure, Adonara
Tradisi Rabu Trewa Warnai Awal Tri Hari Suci di Larantuka, Anak- anak Seret Seng Keliling
Semana Santa 'Emas' Flores Timur, Bupati Doni Dihen Dorong Penguatan Narasi Budaya dan Iman