REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, mengakui adanya kesenjangan dalam penyampaian narasi tentang Semana Santa, tradisi warisan budaya Katolik yang telah mengakar di Larantuka.
Hal ini ia sampaikannya dalam acara General Repetisi Lagu-lagu Jumad Agung di Istana Raja Larantuka, Kelurahan Pohon Sirih, Rabu (16/4/2025) malam, pukul 21.22 WITA.
"Warisan kita luar biasa. Banyak peziarah datang ke Flores Timur, namun mereka tidak semua mengetahui sejarahnya secara utuh, termasuk struktur dalam Konferia, istilah-istilah dalam penyebutan adat, serta kaitannya dengan Semana Santa," ujar Doni Dihen.
Baca Juga: Tradisi Rabu Trewa Warnai Awal Tri Hari Suci di Larantuka, Anak- anak Seret Seng Keliling
Bupati Doni mengaku sempat merasa gugup menjelang kedatangan tamu-tamu penting, termasuk Duta Besar Portugal, karena kurangnya pengetahuan mendalam tentang sejarah dan struktur adat terkait Semana Santa.
Ia pun mengaku harus memperdalam pemahamannya melalui berbagai sumber, termasuk internet.
"Ini pekerjaan kita ke depan, bagaimana menarasikan sesuatu yang luar biasa ini. Semana Santa adalah 'emas' bagi Flores Timur yang mendatangkan banyak orang. Tanpa narasi pun orang datang dan mengalami pengalaman iman yang luar biasa, tetapi alangkah baiknya jika kita bisa memperkaya dengan narasi yang lebih baik," imbuhnya.
Baca Juga: Ciuman di Tengah Hening, Tangis di Ujung Doa- Tradisi 'Cium Tuan' di Wure, Adonara
Dalam kesempatan itu, Doni Dihen juga menekankan pentingnya peran iman Katolik yang telah membentuk karakter sosial budaya masyarakat Flores Timur.
Ia menyebut, tanpa kehadiran nilai-nilai iman yang meresap dalam struktur adat, kemungkinan besar masyarakat masih terjebak dalam konflik, sebagaimana yang kerap terjadi di masa lampau.
"Kita bersyukur atas kehadiran Bunda Maria yang merasuki struktur sosial budaya kita. Kehidupan doa masyarakat di sini luar biasa. Sejarah panjang sejak 1510 hingga hari ini membentuk iman dan budaya yang terjalin kuat dengan struktur gereja," kata Bupati.
Baca Juga: Puncak Prosesi Jumad Agung di Larantuka, Ini Pesan Penting Panitia untuk Peziarah
Artikel Terkait
Ketua PN Jaksel Terseret Suap Rp60 Miliar, KY Turun Tangan
Ribuan Peziarah Padati Kapel Tuhan Berdiri di Wure Jelang Prosesi Jumat Agung
Angkutan Lebaran Rampung, PELNI Sukses Selenggarakan Program Tiket Gratis Kemenhub dan Mudik Gratis BUMN
Ciuman di Tengah Hening, Tangis di Ujung Doa- Tradisi 'Cium Tuan' di Wure, Adonara
Tradisi Rabu Trewa Warnai Awal Tri Hari Suci di Larantuka, Anak- anak Seret Seng Keliling