Baca Juga: Hujan Iringi Prosesi Jumat Agung di Larantuka, Ribuan Peziarah Khusyuk Meski Basah Kuyup
Pemerintah daerah bersama PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi, serta meningkatkan kewaspadaan di jalur-jalur yang berpotensi terdampak banjir lahar, seperti di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote.
Material abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Untuk itu masyarakat yang berada di bawah sebaran abu untuk menggunakan masker atau penutup hidung-mulut.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Diduga Cemarkan Nama Baik Warga, Dilaporkan ke Polisi
Hingga berita ini diturunkan, tim pengamat terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik gunung yang dikenal memiliki dua puncak kembar, Lewotobi laki- laki dan Lewotobi Perempuan ini.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun siaga, serta hanya mengakses informasi resmi dari PVMBG dan pos pengamatan terdekat, guna menghindari simpang siur informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
Artikel Terkait
Aksi Maling Motor di Pacitan Berakhir Mengejutkan! Pelaku Sempat Nongkrong di Rumah Korban Sebelum Kabur!
Terbongkar! Jaringan Sabu Pasca Lebaran Digulung Polisi, 132 Gram Barang Bukti dan Lima Tersangka dari Tiga Lokasi
Cerita Perjalanan Peledang Lamalera: Arungi Lautan Menuju Larantuka, Mengawal Sampan Arca Yesus Tersalib
Hujan Iringi Prosesi Jumat Agung di Larantuka, Ribuan Peziarah Khusyuk Meski Basah Kuyup
Peti Tuan Ana di Puncak Semana Santa: Siapa Sosok Berjubah Putih yang Memikulnya?