Dubes Portugal Hadiri Semana Santa Larantuka, Simbol Abadi Persaudaraan Sejarah dan Iman

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 19 April 2025 | 23:09 WIB
Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Miguel de Mascarenhas de Calheiros Veloso, didampingi sang istri, Vera Fria Leal, saat tiba di Bandara Larantuka.  (Foto/ ist)
Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Miguel de Mascarenhas de Calheiros Veloso, didampingi sang istri, Vera Fria Leal, saat tiba di Bandara Larantuka. (Foto/ ist)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Sebuah peristiwa penting kembali tercatat dalam perjalanan sejarah Larantuka.

Kamis, 17 April 2025, langit di atas Bandara Gewayantana tampak cerah, seolah ikut menyambut tamu kehormatan yang telah lama dinanti.

Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Miguel de Mascarenhas de Calheiros Veloso, didampingi sang istri, Vera Fria Leal, menapakkan kaki di tanah Lamaholot, menyongsong perayaan Semana Santa, sebuah tradisi suci warisan leluhur yang telah bertahan lebih dari lima abad.

 Baca Juga: 275 Personel Dikerahkan, Polres Flotim Tunjukkan Profesionalisme Kawal Semana Santa Larantuka

Kedatangan Dubes Portugal ini bukan sekedar kunjungan diplomatik biasa, melainkan simbol yang begitu dalam tentang eratnya ikatan sejarah dan spiritualitas antara Portugal dan masyarakat Katolik di Larantuka.

Jejak panjang relasi ini telah tertulis sejak abad ke-16, ketika layar-layar kapal Portugis pertama kali menepi di perairan Nusa Tenggara, membawa bukan hanya rempah-rempah sebagai tujuan, melainkan juga cahaya iman yang mengakar kuat di tanah Flores hingga hari ini.

Prosesi Semana Santa di Larantuka bukan sekedar ritual keagamaan, melainkan sebuah ziarah batin.

 Baca Juga: Tercoreng! Prosesi Sakral Semana Santa Larantuka Diwarnai Aksi Memalukan Seorang Perwira Polisi

Dalam prosesi Semana Santa, umat Katolik berjalan dalam barisan lilin, mengenang kisah sengsara Sang Penebus, sembari menjaga nyala api iman warisan nenek moyang mereka, sebuah warisan yang pertama kali dikenalkan oleh para misionaris Portugis ratusan tahun silam.

Semana Santa, yang dalam bahasa Portugis berarti Pekan Suci, telah menjadi denyut nadi spiritual warga Larantuka sejak ditemukannya Patung Tuan Ma, sosok Bunda Maria, yang diyakini terdampar di pesisir Larantuka pada tahun 1510.

Patung ini bukan hanya benda pusaka, melainkan pusat devosi dan sumber kekuatan rohani masyarakat, yang sejak dahulu hingga kini tak pernah pudar meski zaman terus berganti.

 Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki, Kolom Abu Capai 1.000 Meter! Warga Diminta Siaga

Bagi masyarakat Larantuka, Semana Santa bukan hanya perayaan. Ia adalah ruang suci untuk pertobatan, pembaruan hati, dan penguatan solidaritas antarumat.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X