REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Sebuah peristiwa penting kembali tercatat dalam perjalanan sejarah Larantuka.
Kamis, 17 April 2025, langit di atas Bandara Gewayantana tampak cerah, seolah ikut menyambut tamu kehormatan yang telah lama dinanti.
Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Miguel de Mascarenhas de Calheiros Veloso, didampingi sang istri, Vera Fria Leal, menapakkan kaki di tanah Lamaholot, menyongsong perayaan Semana Santa, sebuah tradisi suci warisan leluhur yang telah bertahan lebih dari lima abad.
Baca Juga: 275 Personel Dikerahkan, Polres Flotim Tunjukkan Profesionalisme Kawal Semana Santa Larantuka
Kedatangan Dubes Portugal ini bukan sekedar kunjungan diplomatik biasa, melainkan simbol yang begitu dalam tentang eratnya ikatan sejarah dan spiritualitas antara Portugal dan masyarakat Katolik di Larantuka.
Jejak panjang relasi ini telah tertulis sejak abad ke-16, ketika layar-layar kapal Portugis pertama kali menepi di perairan Nusa Tenggara, membawa bukan hanya rempah-rempah sebagai tujuan, melainkan juga cahaya iman yang mengakar kuat di tanah Flores hingga hari ini.
Prosesi Semana Santa di Larantuka bukan sekedar ritual keagamaan, melainkan sebuah ziarah batin.
Baca Juga: Tercoreng! Prosesi Sakral Semana Santa Larantuka Diwarnai Aksi Memalukan Seorang Perwira Polisi
Dalam prosesi Semana Santa, umat Katolik berjalan dalam barisan lilin, mengenang kisah sengsara Sang Penebus, sembari menjaga nyala api iman warisan nenek moyang mereka, sebuah warisan yang pertama kali dikenalkan oleh para misionaris Portugis ratusan tahun silam.
Semana Santa, yang dalam bahasa Portugis berarti Pekan Suci, telah menjadi denyut nadi spiritual warga Larantuka sejak ditemukannya Patung Tuan Ma, sosok Bunda Maria, yang diyakini terdampar di pesisir Larantuka pada tahun 1510.
Patung ini bukan hanya benda pusaka, melainkan pusat devosi dan sumber kekuatan rohani masyarakat, yang sejak dahulu hingga kini tak pernah pudar meski zaman terus berganti.
Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki, Kolom Abu Capai 1.000 Meter! Warga Diminta Siaga
Bagi masyarakat Larantuka, Semana Santa bukan hanya perayaan. Ia adalah ruang suci untuk pertobatan, pembaruan hati, dan penguatan solidaritas antarumat.
Artikel Terkait
Peti Tuan Ana di Puncak Semana Santa: Siapa Sosok Berjubah Putih yang Memikulnya?
Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki, Kolom Abu Capai 1.000 Meter! Warga Diminta Siaga
Faperta Undana Gelar Seminar Pembangunan Pertanian Lahan Kering di Flores Timur
Tercoreng! Prosesi Sakral Semana Santa Larantuka Diwarnai Aksi Memalukan Seorang Perwira Polisi
275 Personel Dikerahkan, Polres Flotim Tunjukkan Profesionalisme Kawal Semana Santa Larantuka