Tahun demi tahun, tradisi ini bukan meredup, melainkan justru kian bersinar, menarik ribuan peziarah dari penjuru negeri bahkan mancanegara, yang datang dengan satu harapan, menyatu dalam keheningan yang menggetarkan, di kota kecil yang menyimpan kisah iman yang besar.
Kehadiran Dubes Portugal tahun ini menegaskan bahwa hubungan Larantuka dengan Portugal bukanlah cerita masa lalu yang usang.
Baca Juga: Hujan Iringi Prosesi Jumat Agung di Larantuka, Ribuan Peziarah Khusyuk Meski Basah Kuyup
Ia adalah kisah yang terus hidup, tertulis dalam setiap langkah prosesi, dalam tiap helai Rosario yang terulur, dalam setiap nyala lilin di malam Jumat Agung.
Semana Santa di Larantuka adalah bukti abadi bahwa iman dan sejarah tak lekang oleh waktu, dan di sinilah, di tanah kecil di timur Flores, persaudaraan antara dua bangsa terus dirawat, dalam keheningan yang sakral dan dalam cinta yang tak terputus.
Artikel Terkait
Peti Tuan Ana di Puncak Semana Santa: Siapa Sosok Berjubah Putih yang Memikulnya?
Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki, Kolom Abu Capai 1.000 Meter! Warga Diminta Siaga
Faperta Undana Gelar Seminar Pembangunan Pertanian Lahan Kering di Flores Timur
Tercoreng! Prosesi Sakral Semana Santa Larantuka Diwarnai Aksi Memalukan Seorang Perwira Polisi
275 Personel Dikerahkan, Polres Flotim Tunjukkan Profesionalisme Kawal Semana Santa Larantuka