REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ditempatkan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Flores Timur mengikuti kegiatan pengomposan di hari kedua masa orientasi mereka.
Kegiatan ini dilangsungkan di Pusat Daur Ulang (PDU) Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka, Rabu (2/7/2025).
Proses pengomposan yang dilakukan merupakan bagian dari pengelolaan sampah organik yang diolah menjadi pupuk kompos secara alami melalui aktivitas mikroorganisme.
Baca Juga: Perpas Nusra XII: Mgr Kopong Kung Dorong Gereja Hadir dengan Solusi Pastoral Nyata bagi Migran
Para peserta orientasi dilibatkan langsung dalam seluruh tahapan pengolahan, mulai dari pemilahan hingga proses aktivasi kompos.
“Pengomposan dimulai dengan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik kemudian dicacah dan dicampur dengan aktivator seperti EM4 serta bahan pengering seperti serbuk kayu, dedak padi atau daun kering,” jelas Kaliktus Gege Larantukan, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Flores Timur, yang memimpin langsung kegiatan tersebut.
Kaliktus, yang akrab disapa Karl Larantukan, menambahkan bahwa bahan-bahan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam bak khusus agar terurai secara alami.
Baca Juga: Terungkap! Proyek Fiktif, Fee Siluman, dan Relasi Gelap di Balik Tender Pemprov NTT- ICW dan Bengkel APPeK Bongkar Skandal
Proses pengomposan ini kata dia, membutuhkan perhatian khusus seperti pembalikan rutin agar sirkulasi udara tetap terjaga, mempercepat dekomposisi, dan menjaga kualitas kompos yang dihasilkan.
Selain pengomposan, peserta PPPK DLH juga menjalani kegiatan lapangan lainnya seperti pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS), serta penyisiran dan pembersihan jalan di beberapa titik di Larantuka.
Karl menjelaskan, masa orientasi PPPK bukan sekedar pengenalan tugas teknis, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai dasar ASN.
Baca Juga: Kapolres Flotim di Hari Bhayangkara ke-79: Kami Belum Sempurna, Koreksi Kami, Dukung Kami
Ia menegaskan pentingnya penguatan etos kerja, empati terhadap masyarakat, dan semangat kolaborasi antarsesama ASN serta dengan komunitas di lapangan.
Artikel Terkait
Delapan Uskup se-Nusra Hadiri Perpas XII di Larantuka, Misa Pembukaan Digelar Sore Ini
Kapolres Flotim di Hari Bhayangkara ke-79: Kami Belum Sempurna, Koreksi Kami, Dukung Kami
Gubernur NTT Ajak Umat Bangun Daerah Lewat Perpas Nusra XII di Larantuka
Terungkap! Proyek Fiktif, Fee Siluman, dan Relasi Gelap di Balik Tender Pemprov NTT- ICW dan Bengkel APPeK Bongkar Skandal
Perpas Nusra XII: Mgr Kopong Kung Dorong Gereja Hadir dengan Solusi Pastoral Nyata bagi Migran