Sleman, Reportasentt.com- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Panen Raya Tebu bertema “Rembuk Tani Bersama Wakil Presiden RI Menuju Swasembada Gula Nasional” di lahan Ketahanan Pangan Lanud Adisutjipto, Wotgaleh, Sendangtirto, Sleman, Jawa Tengah, Selasa (8/7).
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mengakselerasi target swasembada gula.
TNI, melalui Lanud Adisutjipto, terlibat aktif dalam pengelolaan lahan, pembinaan petani, hingga pendampingan teknis guna mendongkrak produktivitas pertanian nasional.
Baca Juga: Guru dan Nakes di Papua, Profesional Bukan Militer: TNI Beri Klarifikasi Tegas
Panen raya kali ini dilakukan di atas lahan seluas 40,5 hektare yang dikelola Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) DIY binaan TNI AU. Dari total luasan tersebut, sebanyak 4 hektare tebu varietas Bululawang (BL) siap dipanen.
Tanaman ini dikelola oleh 35 petani binaan dengan sistem pemupukan NPK Pelangi dan ZA masing-masing 500 kg per hektare.
Hasil panen diperkirakan mencapai 280 ton, atau sekitar 70 ton per hektare, dengan Pabrik Gula Madukismo sebagai pihak offtaker.
Baca Juga: Terungkap! Pengeroyokan di Wisuda Kupang, Ini Motif dan Kronologinya
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan pentingnya percepatan swasembada gula sebagai bagian dari agenda strategis ketahanan pangan.
"Presiden RI telah menginstruksikan, tahun depan kita harus swasembada gula konsumsi. Dan paling lambat 2027-2028, Indonesia harus mandiri dalam produksi gula nasional. Ini PR bersama, dan kami mohon kerja samanya,” ujar Gibran.
Selain panen raya, agenda juga mencakup penyerahan bantuan simbolis kepada petani, demonstrasi teknologi drone pertanian, peninjauan booth inovasi, serta dialog terbuka antara petani dengan Wapres, Mentan, dan Panglima TNI.
Baca Juga: 3 Tersangka Kasus Kematian Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan, Dua Eks Polisi Jadi Tersangka
Isu-isu penting seperti kelangkaan pupuk, sistem irigasi, serta akses terhadap alat dan teknologi pertanian modern turut mengemuka dalam dialog tersebut.
Keterlibatan langsung Panglima TNI dalam kegiatan ini menegaskan peran strategis TNI sebagai penggerak pembangunan nasional, tak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Labuan Bajo Terancam Over- Tourism? Pemerintah Siapkan Jurus Baru
Delapan Pemuda Mabuk Moke Diamankan Polsek Maulafa Saat Bikin Onar di Kupang
TBM Palo Porong Tanjung Bunga Gelar Tour Literasi, Sentuh Buku, Iman, dan Alam
Terungkap! Pengeroyokan di Wisuda Kupang, Ini Motif dan Kronologinya
Guru dan Nakes di Papua, Profesional Bukan Militer: TNI Beri Klarifikasi Tegas