REPORTASENTT.COM- Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat polemik kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang rencananya akan diberlakukan hingga 250 persen.
Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul insiden kericuhan antara warga dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terjadi pada Selasa (5/8).
Dalam unggahan di akun Instagram resmi @humaspati, Kamis (7/8), Sudewo menegaskan bahwa langkah Satpol PP murni dilakukan untuk menjaga ketertiban saat berlangsungnya kirab budaya.
“Tidak bermaksud melakukan perampasan, hanya ingin memindahkannya supaya tidak mengganggu kirab boyongan,” ujar Sudewo.
Ia juga mengklarifikasi pernyataannya yang sempat menuai kontroversi terkait perkiraan jumlah massa yang akan hadir dalam aksi unjuk rasa, yakni 5.000 hingga 50.000 orang.
Sudewo menepis anggapan bahwa pernyataan itu merupakan bentuk tantangan terhadap warga yang menolak kenaikan tarif PBB.
Baca Juga: Hanya Berhenti untuk Buang Air Kecil, Gadis Ini Justru Diperas Pakai Parang di Kupang
“Saya tidak menantang rakyat, saya hanya ingin menyampaikan supaya demo berjalan lancar,” katanya.
Terkait kebijakan kenaikan tarif PBB, Sudewo menegaskan bahwa angka 250 persen bukanlah tarif rata yang diterapkan kepada seluruh objek pajak.
“Saya tidak menantang rakyat, saya hanya ingin menyampaikan supaya demo berjalan lancar,” katanya.
Terkait kebijakan kenaikan tarif PBB, Sudewo menegaskan bahwa angka 250 persen bukanlah tarif rata yang diterapkan kepada seluruh objek pajak.
Menurutnya, angka tersebut merupakan batas maksimal yang berlaku untuk sejumlah objek tertentu.
“Kenaikan 250 persen itu tidak semuanya, itu hanya maksimal. Yang di bawah 50 persen, 100 persen, banyak,” jelasnya.
Sudewo pun membuka peluang untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut apabila terbukti memberatkan masyarakat.
“Kalau memang ada yang nuntut 250 persen itu diturunkan, akan saya tinjau ulang,” ucapnya.
Baca Juga: Panglima TNI Rotasi 42 Jenderal: Siapa Saja yang Tergeser?
Ia juga melaporkan bahwa hingga saat ini realisasi pembayaran PBB di Kabupaten Pati telah mencapai hampir 50 persen.
Menutup pernyataannya, Sudewo mengakui masih banyak kekurangan di masa awal kepemimpinannya.
Ia juga melaporkan bahwa hingga saat ini realisasi pembayaran PBB di Kabupaten Pati telah mencapai hampir 50 persen.
Menutup pernyataannya, Sudewo mengakui masih banyak kekurangan di masa awal kepemimpinannya.
Ia menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan mendengar masukan dari masyarakat.
“Saya masih banyak kekurangan. Saya akan mendengarkan segala masukan. Saya tetap konsisten untuk pembangunan Kabupaten Pati. Mohon dukungan selalu,” tutupnya.
Artikel Terkait
Jawab Kontroversi Lapangan Guanggirak, Ketua PN Larantuka: Kami Tidak Pernah Beri Izin dalam 365 Hari
Pemkab Flores Timur Mulai Bangun Laboratorium Kesehatan Daerah Senilai Rp12,1 Miliar
Gara- gara Kunci Kos, RI Alami Gangguan Penglihatan, AIET Terancam Penjara
Hanya Berhenti untuk Buang Air Kecil, Gadis Ini Justru Diperas Pakai Parang di Kupang
Ibu Rumah Tangga di Kupang Dianiaya Saat Dini Hari, Suami Resmi Jadi Tersangka!