Tanpa- tanda Awal, Pesawat Mendarat Darurat di Karawang: Ini Pemicu Investigasi

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Sabtu, 22 November 2025 | 11:17 WIB
Pesawat jatuh di Karawang, Jawa Barat milik BRO Skydive Indonesia dengan nomor registrasi PK-WMP. (Foto tangkapan layar facebook @JhoMeyy  dan Novi Nuryanti)
Pesawat jatuh di Karawang, Jawa Barat milik BRO Skydive Indonesia dengan nomor registrasi PK-WMP. (Foto tangkapan layar facebook @JhoMeyy dan Novi Nuryanti)


REPORTASENTT.COM, KARAWANG- Sebuah pesawat GA-28 Airplane atau Cessna milik PT Wise Air melakukan pendaratan darurat di area persawahan Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Jumat, 21 November 2025.
 
 
Pesawat yang membawa lima orang tersebut mendarat tanpa korban jiwa dan seluruh awak dinyatakan dalam kondisi baik.
 

Kepolisian Karawang melalui Sie Dokes Polres memastikan para penumpang, termasuk kru internal PT Wise Air, tidak mengalami luka serius setelah menjalani pemeriksaan medis.
 
 
 
 
Insiden ini terjadi ketika pesawat tengah menuju Cirebon tanpa adanya tanda gangguan awal.


Pilot pesawat, Kapten Eko Agus Nugroho, mengungkapkan gangguan muncul mendadak saat pesawat mencapai ketinggian sekitar 5.500 kaki.
 
 
“Saat pesawat sudah mencapai ketinggian 5.500 kaki, secara tiba-tiba mesin seperti tidak bertenaga, ‘loss power’,” kata Eko dalam keterangannya kepada media di Karawang, Sabtu, 22 November 2025.
 
 



Eko menjelaskan bahwa setelah kehilangan tenaga, pesawat mengalami penurunan ketinggian drastis hingga hanya menyisakan sekitar 500 kaki.
 
 
 
Dalam situasi tersebut, ia harus mengambil keputusan cepat untuk mencari lokasi pendaratan aman.


“Setelah kehilangan tenaga, kami langsung mencari area yang paling memungkinkan agar bisa menyentuh tanah dengan aman,” ujarnya.
 
 
 
 
 
 
 
Pesawat diketahui lepas landas dari Bandara Budiharto, Tangerang, menuju Bandara Cakrabuana, Cirebon, sekitar pukul 13.50 WIB sebelum mengalami gangguan.
 
 

Dengan jarak pandang terbatas dan minimnya pilihan lokasi pendaratan, Eko memilih area persawahan di Dusun Waluya, Desa Kertawaluya, sebagai titik pendaratan. Pesawat berhasil menyentuh tanah sekitar pukul 14.20 WIB.


Meski selamat, pesawat mengalami kerusakan pada bagian sayap dan roda pendaratan akibat kondisi sawah berlumpur.
 
 



Kabid Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, menyebut dugaan awal penyebab insiden adalah gangguan teknis.
 
 
“Diduga akibat teknikal error berupa ‘loss power’, kemudian pesawat mendarat darurat di pesawahan Dusun Waluya,” demikian dikatakan Hendra dalam pernyataan resminya.


Polisi telah melakukan pemeriksaan lokasi dan meminta keterangan para awak untuk menelusuri sumber gangguan.
 
 
 
 
 
Aparat juga masih menjaga lokasi untuk keperluan olah tempat kejadian perkara serta pengambilan sampel teknis.


Kendati tidak menimbulkan korban, insiden ini memicu perhatian terkait standar keselamatan operasional pesawat kecil di rute pendek.
 
 
Kehilangan tenaga mesin di ketinggian lebih dari 5.000 kaki dinilai sebagai gangguan serius, terlebih dengan penurunan cepat hingga mendekati permukaan tanah.
 
 
 
 


Hasil investigasi teknis lanjutan akan menentukan penyebab pasti gangguan mesin yang membuat pesawat Cessna tersebut mendarat darurat di pematang sawah Karawang.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X