REPORTASENTT.COM- Memasuki masa Adven, Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk menyiapkan hati menyambut kelahiran Yesus Kristus dengan sikap yang lebih terbuka, peduli, dan bebas dari jerat materialisme.
Ajakan itu disampaikan Paus dalam sapaan kepada para peserta Konser bersama Kaum Miskin yang digelar di Aula Paulus VI, Vatikan, akhir pekan ini.
Acara tersebut menghadirkan lebih dari 8.000 penonton, seluruhnya merupakan tamu undangan dari Dikasteri untuk Pelayanan Amal.
Dalam refleksinya, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa masa Adven bukan semata rangkaian liturgi, tetapi waktu rohani untuk membersihkan diri dari kepentingan pribadi dan dorongan material yang dapat membebani hidup.
“Yesus adalah nyanyian kasih Allah bagi umat manusia. Marilah kita mendengarkan nyanyian ini, mempelajarinya dengan baik, dan menyanyikannya lewat hidup kita,” demikian dikatakan Paus.
Ia menegaskan, Adven adalah kesempatan untuk membuka ruang bagi kepedulian, solidaritas, dan perhatian terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga: Dari Pasar Langsung Ngamuk, Pria di Sumba Timur Ini Tega Tusuk Dua Tetangga
Konser yang dipimpin secara artistik oleh Monsignor Marco Frisina, serta melibatkan Paduan Suara Keuskupan Roma dan penyelenggara Nova Opera, menjadi panggung pengingat mengenai kekuatan musik dalam kehidupan manusia.
Konser yang dipimpin secara artistik oleh Monsignor Marco Frisina, serta melibatkan Paduan Suara Keuskupan Roma dan penyelenggara Nova Opera, menjadi panggung pengingat mengenai kekuatan musik dalam kehidupan manusia.
Penyanyi asal Kanada Michael Bublé turut memeriahkan acara dengan membawakan perpaduan lagu-lagu populernya serta sejumlah karya Natal tradisional.
Dalam pidatonya, Paus Leo XIV menekankan bahwa musik bukanlah kemewahan, melainkan karunia yang dapat diakses siapa saja, baik kaya maupun miskin.
Baca Juga: Eksekusi Lahan di Belu Berakhir Chaos, Massa Serang Petugas hingga Pengadilan Hentikan Aksi
“Nada-nada yang mengalir dari instrumen dapat mengubah emosi terdalam menjadi tangga yang menghubungkan bumi dan surga,” tuturnya.
Paus menolak pandangan bahwa musik hanya berfungsi sebagai hiburan pemecah kepenatan.
Menurutnya, musik justru menyentuh bagian terdalam manusia dan mengingatkan setiap orang akan martabatnya sebagai ciptaan Allah.
Baca Juga: PSN Ngada Mantapkan Status Raja ETMC: Menang di Derbi Satu Darah, Tambah Koleksi Gelar Jadi Sembilan
“Musik dapat mengangkat jiwa kita, bukan karena membuat kita lupa masalah, tetapi karena mengingatkan kita bahwa kita jauh lebih daripada kesulitan kita. Kita adalah anak-anak Allah yang terkasih,” katanya.
Bagi Paus, konser ini bukan hanya perayaan musikal di Vatikan, tetapi juga pengingat bahwa kasih, layaknya musik, ditujukan bagi semua orang tanpa pengecualian.
Masa Adven, katanya, seharusnya menjadi momentum bagi umat untuk kembali pada kesederhanaan, membuka hati, dan menghadirkan cahaya kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Usai ETMC 2025, 3 Tim Asal NTT Lolos Liga IV Nasional 2026
Mantan Pegawai Bank di Sumba Timur Tipu Warga Rp 2 M Lewat Program Fiktif Get Reward
Eksekusi Lahan di Belu Berakhir Chaos, Massa Serang Petugas hingga Pengadilan Hentikan Aksi
Dari Pasar Langsung Ngamuk, Pria di Sumba Timur Ini Tega Tusuk Dua Tetangga
Kejari Sikka Soroti Administrasi Proyek Paga yang Ngebut Capai 100 Persen