REPORTASENTT.COM, ENDE- Warga Lingkungan Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, menyampaikan keluhan serius soal maraknya konsumsi minuman keras tradisional (moke) dan praktik perjudian. Keluhan itu disampaikan langsung kepada jajaran Polres Ende dalam kegiatan Jumat Curhat, Jumat (2/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RT 01/RW 08 sekitar pukul 09.00 Wita itu digelar di teras pemukiman warga. Sejumlah tokoh masyarakat memanfaatkan forum tersebut untuk mengungkap persoalan sosial yang dinilai mengancam ketertiban dan masa depan generasi muda.
Tokoh masyarakat setempat, Nurdin Benyamin, menyebut kebiasaan mengonsumsi miras masih kerap ditemukan di lingkungan mereka. Ia meminta Polri lebih masif melakukan edukasi kepada pemuda agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Baca Juga: Delapan Tahun Menahan Rindu, Sopir Taksi Asal Flores Dibantu Dedi Mulyadi Pulang Kampung
“Kami ingin generasi muda menjadi penerus bangsa, bukan justru rusak karena miras. Kami mohon ada edukasi yang benar-benar menyentuh,” kata Nurdin.
Hal senada disampaikan Imam Masjid Al-Akbar, Abdurahman Haji. Ia menilai peredaran miras dan aktivitas judi perlu menjadi perhatian serius aparat karena berdampak langsung pada keamanan lingkungan.
Sementara itu, Ketua RT 01 Bahrun Bayamin meminta langkah yang lebih tegas. Ia mengusulkan warga yang berulang kali membuat keributan akibat mabuk diberi pembinaan khusus agar menimbulkan efek jera.
Baca Juga: Dari Jagung Titi hingga Keripik Pisang: Strategi Ketua SPPG Hidupkan Ekonomi Lewat Dapur MBG
Tak hanya menyampaikan keluhan, warga juga mendorong solusi konkret. Tokoh masyarakat Muhamad Saleh dan Ketua RW 08 Ustadz Amar mengusulkan percepatan pembentukan Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPM).
“Kami ingin persoalan kamtibmas bisa diselesaikan di tingkat RT dulu. FKPM sangat penting, tapi kami butuh bimbingan teknis dari Polri,” ujar Ustadz Amar.
Artikel Terkait
Belum Berbuah Hasil, Basarnas Tambah 3 Hari Operasi SAR Korban KM Putri Sakinah
Bupati Flores Timur Resmikan Dapur MBG Generasi Pertama di Waiwadan
Dari Jagung Titi hingga Keripik Pisang: Strategi Ketua SPPG Hidupkan Ekonomi Lewat Dapur MBG
Hari Pertama Sekolah Pascabanjir, Siswa Aceh Tamiang Datang Tanpa Seragam
Delapan Tahun Menahan Rindu, Sopir Taksi Asal Flores Dibantu Dedi Mulyadi Pulang Kampung