Baca Juga: Dua KDRT dalam Sehari di Kupang, Polisi Mediasi, Suami Teken Pernyataan
Saat ini, anggota IAKMI Flores Timur berjumlah sekitar 200 orang, mayoritas lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Mereka tersebar di berbagai sektor, baik di fasilitas kesehatan maupun di luar sektor kesehatan seperti Satpol PP, kecamatan, hingga kelurahan.
“Ini kekuatan besar untuk mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat dari berbagai lini,” tegas Beato.
Sementara itu, Ketua IAKMI Provinsi NTT Dr. Jeffrey Jap mendorong Pemerintah Kabupaten Flores Timur menempatkan lulusan SKM sebagai kepala puskesmas di seluruh kecamatan.
“Lulusan SKM memiliki pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif dan relevan untuk memimpin puskesmas,” ujarnya.
Ia menegaskan IAKMI siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program kesehatan.
Pelantikan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas sektor IAKMI Flores Timur. Beato pun mengajak seluruh anggota tetap solid dan aktif berkontribusi di tempat tugas masing-masing.
Baca Juga: Dari PUPR hingga Pertanian: Menguak Kinerja OPD Terbesar Pemkab Flores Timur
“Di mana pun kita berada, kita adalah agen perubahan bagi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Proyek Jalan Desa Golo Leda Belum Dikerjakan Meski Anggaran 2025 Sudah Dialokasikan
Dari Pemilu hingga ETMC 2025, Ini Rekam Jejak AKBP Joni Mahardika di Ende
Warga Mengeluh, Kades Golo Leda Ungkap Penyebab Proyek Jalan Mandek
SAR Korban KM Putri Sakinah Ditutup, 1 WNA Spanyol Masih Hilang
IAKMI Flores Timur Punya Ketua Baru, Ini Misi Beato Lamawuran