REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, menyampaikan khotbah reflektif dalam Misa Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Larantuka, Rabu (11/2/2026). Ia mengajak umat memaknai kepemimpinan baru sebagai panggilan merawat persatuan sekaligus menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Lamaholot.
Dalam homilinya, Mgr. Budi mengenang peristiwa 22 tahun lalu saat Mgr. Fransiskus Kopong Kung memulai pelayanan sebagai Uskup Koajutor. Ketika itu, liturgi dipandu oleh Romo Hans Monteiro yang masih muda.
“Tidak ada yang tahu apa yang bakal terjadi dengan komentator kita hari ini, 22 tahun kemudian,” ujar Mgr. Budi, disambut senyum umat.
Baca Juga: Guru SMA Katolik Pancasila Borong Mogok Kerja, Yayasan SUKMATIM Gelar Rapat Tertutup
Ia menggambarkan moto Uskup Hans, Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes, sebagai panggilan menyatukan tubuh, roh, dan harapan dalam pelayanan.
Tiga ungkapan Latin tersebut, menurut dia, melampaui tata bahasa dan mencerminkan misi yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan umat.
Pada bagian Unum Corpus, Mgr. Budi mengajak Gereja merayakan keberagaman peran dalam satu tubuh. Kesatuan, katanya, tumbuh ketika umat berani melihat dunia dari sudut pandang mereka yang terluka dan tersisih.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Ikuti Peradilan Adat di Tana Toraja, Janji Tak Ulangi Kesalahan
“Kita dipanggil menjadi satu tubuh, bukan seragam, melainkan saling menguatkan dalam perbedaan,” ucapnya.
Ia juga menyinggung tantangan geografis Keuskupan Larantuka yang tersebar di pulau-pulau dan rawan bencana.
Menjadi gembala di wilayah seperti itu, menurut dia, menuntut keterbukaan hati dan keteguhan iman.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, PELNI Buka Diskon 30 Persen Mulai 11 Februari
“Untuk menjadi pemimpin bagi umat yang tinggal terpisah oleh laut, gunung, dan lembah, dibutuhkan batin yang terbuka seperti Bunda Maria dan kesungguhan merawat persatuan,” katanya.
Artikel Terkait
Calo Tiket Kapal Menggila, PolisiāPelni Kupang Sepakat Perketat Pengamanan
Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, PELNI Buka Diskon 30 Persen Mulai 11 Februari
Pandji Pragiwaksono Ikuti Peradilan Adat di Tana Toraja, Janji Tak Ulangi Kesalahan
PELNI Larantuka Dukung Diskon 30 Persen Tiket Ekonomi Jelang Lebaran 2026, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan
Guru SMA Katolik Pancasila Borong Mogok Kerja, Yayasan SUKMATIM Gelar Rapat Tertutup