REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Mgr. Yohanes Hans Monteiro resmi ditahbiskan sebagai Uskup Larantuka dalam Misa Tahbisan Episkopal di Katedral Larantuka, Rabu (11/2/2026).
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, yang juga Uskup Bandung, menyampaikan rasa sukacita atas penahbisan tersebut. Ia menyebut Paus Leo XIV telah memilih Mgr. Hans Monteiro untuk melanjutkan karya penggembalaan Uskup Emeritus Frans Kopong Kung yang memasuki masa purna bakti.
“Kita bersukacita luar biasa hari ini. Gereja Larantuka menerima gembala baru untuk melanjutkan pelayanan,” ujar Kardinal Antonius dalam sambutannya.
Ia juga mengenang peran Uskup Emeritus Frans Kopong Kung di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Menurut dia, Frans Kopong Kung dikenal sebagai sosok kritis yang kerap memberi pandangan tajam dalam setiap pengambilan keputusan.
“Dalam bahasa yang baik, beliau kritis. Dalam bahasa lain, mungkin dibilang suka protes. Tapi itu demi kebaikan Gereja,” kenangnya disambut tepukan tangan umat.
Baca Juga: Guru SMA Katolik Pancasila Borong Mogok Kerja, Yayasan SUKMATIM Gelar Rapat Tertutup
Kardinal Antonius turut berkelakar tentang perjalanan iman Mgr. Hans Monteiro yang dimulai dari pembaptisan di Larantuka hingga akhirnya ditahbiskan sebagai uskup di tempat yang sama.
"Bahkan sampai mati pun Uskup Mgr. Yohanes pun disini," katanya diikuti tawa umat.
Ia mengajak umat menjaga kerendahan hati dalam pelayanan, sekaligus tetap teguh dalam panggilan.
Mengutip pesan Uskup Emeritus Frans Kopong Kung, ia mengingatkan agar Gereja tetap menjadi kompas moral dan spiritual bagi bangsa.
Baca Juga: Curi Avanza Dini Hari di Larantuka, Pelaku Tinggalkan Mobil di Hewokloang Sikka dan Kabur ke Hutan
Dalam konteks itu, ia menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Gereja tidak akan runtuh oleh serangan dari luar. Justru yang perlu dicermati adalah perpecahan dari dalam diri kita sendiri,” kata Mgr. Antonius.
Ia menyebut ancaman perpecahan kerap muncul melalui oknum tertentu yang merusak persatuan.
Artikel Terkait
Mudik Lebaran 2026 Lebih Hemat, PELNI Buka Diskon 30 Persen Mulai 11 Februari
Pandji Pragiwaksono Ikuti Peradilan Adat di Tana Toraja, Janji Tak Ulangi Kesalahan
PELNI Larantuka Dukung Diskon 30 Persen Tiket Ekonomi Jelang Lebaran 2026, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kesempatan
Guru SMA Katolik Pancasila Borong Mogok Kerja, Yayasan SUKMATIM Gelar Rapat Tertutup
Unus Spiritus yang Membebaskan: Seruan Mgr. Budi Kleden Lawan Tengkulak, Pinjol, dan Eksploitasi Alam pada Thabisan Uskup Larantuka