Baca Juga: Kasus Dugaan Tindak Pidana terhadap Orangtua di Kupang Masuki Proses Persidangan
“Iya serius, pamit dari YouTube. Karena selama ini YouTube menjadikan saya ‘beban’,” ujar Bobon.
Bobon kemudian menjelaskan maksud ucapannya. Ia menyoroti durasi produksi konten yang panjang, mulai dari 15 menit hingga satu jam, serta biaya produksi yang besar.
“Tidak gampang membuat satu konten YouTube yang durasinya panjang, 15 menit ke atas, atau mungkin satu jam,” katanya.
Baca Juga: Gara-gara Helm, Calon Pengantin di Maulafa- Kupang Diamankan Polisi Sebelum Akad
Ia merasa pola konten yang dibangun selama ini membutuhkan biaya tinggi sehingga sulit berkembang secara finansial di Indonesia.
Menurut dia, konsep konten berskala besar memang memberi dampak luas bagi masyarakat, tetapi juga menuntut biaya produksi yang tidak sedikit.
Pada akhirnya, keputusan menjual kanal tersebut diambil karena ia menilai beban produksi yang besar tidak sebanding dengan pertumbuhan yang diharapkan.
Artikel Terkait
Viral Tuduhan Oknum Polisi Bawa Tahanan ke Hotel, Begini Respons Resmi Polresta Kupang Kota
Gara-gara Helm, Calon Pengantin di Maulafa- Kupang Diamankan Polisi Sebelum Akad
Kasus Dugaan Tindak Pidana terhadap Orangtua di Kupang Masuki Proses Persidangan
Dany MIND ID Dorong Indonesia Tembus Pertumbuhan 8 Persen untuk Keluar dari Middle Income Trap
Pencuri Terekam CCTV Bobol Ruang Rapat Hotel Mewah di Sudirman, 2 Laptop dan Uang Puluhan Juta Raib