REPORTASENTT.COM, MAUMERE- Suasana di depan gerbang Markas Komando Polres Sikka, Nusa Tenggara Timur, memanas ketika puluhan mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (5/3/2026).
Aksi berlangsung di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Massa berdiri di depan gerbang utama sambil menyuarakan tuntutan melalui teriakan dan seruan yang menggema di sekitar lokasi.
Di sisi lain, barisan personel Polres Sikka bersama anggota Polsek jajaran membentuk formasi pengamanan di pintu masuk Mapolres.
Baca Juga: Driver Online di Kupang Gadaikan Mobil Majikan Demi Judi Online, Polisi Ungkap Jejak Aksi Berulang
Para personel terlihat tetap siaga meski hujan membasahi seragam, helm, dan tameng yang mereka pegang.
Barikade pengamanan berdiri rapat menghadang massa aksi yang terus bergerak mendekat. Suasana sempat memanas ketika sebagian peserta aksi melontarkan teriakan keras dari depan barisan.
Beberapa mahasiswa terlihat berusaha mendekati barikade pengamanan. Personel kepolisian di garis depan tetap mempertahankan posisi sambil memegang tameng sebagai pelindung.
Baca Juga: Polda NTT Turunkan 32 Personel Brimob untuk Amankan Konflik Warga di Adonara
Dorongan sempat terjadi di depan gerbang Mapolres. Massa aksi mencoba menekan barisan pengamanan, bahkan beberapa tendangan diarahkan ke tameng polisi.
Meski demikian, personel di garis depan tetap bertahan tanpa melakukan tindakan balasan.
Komandan pengamanan beberapa kali memberikan imbauan melalui pengeras suara agar massa tetap menyampaikan aspirasi secara tertib.
Baca Juga: Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Pemalsuan KK dan Tunjangan Istri-Anak oleh ASN di Flores Timur
“Kami menghargai penyampaian aspirasi adik-adik mahasiswa. Silakan menyampaikan pendapat dengan tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Mari kita jaga bersama situasi tetap aman dan kondusif,” kata komandan pengamanan melalui pengeras suara di lokasi aksi.
Imbauan tersebut disampaikan berulang kali sebagai upaya meredakan situasi di tengah meningkatnya tensi di lapangan.
Pendekatan dialog dipilih agar aksi tetap berlangsung dalam koridor penyampaian pendapat di muka umum.
Di bawah hujan yang terus turun, barisan pengamanan tetap bertahan di depan gerbang Mapolres Sikka. Tanah yang basah dan udara dingin tidak mengurangi kewaspadaan personel yang bertugas.
Peristiwa ini memperlihatkan dinamika aksi mahasiswa di depan Mapolres Sikka yang berlangsung di tengah hujan deras.
Artikel Terkait
Kodam IX/Udayana Telusuri Dugaan Lolosnya Prajurit TNI AD Asal Larantuka yang Tersandung Kasus Hukum
Bupati Pekalongan Jadi Tersangka Tunggal, Akui Tak Paham Aturan karena Latar Belakang Penyanyi
Merasa Dirugikan, Anggi Diaz Alffi Bantah Tuduhan Penggelapan Motor dan Siap Tempuh Jalur Hukum Pulihkan Nama Baik
Polda NTT Turunkan 32 Personel Brimob untuk Amankan Konflik Warga di Adonara
Driver Online di Kupang Gadaikan Mobil Majikan Demi Judi Online, Polisi Ungkap Jejak Aksi Berulang