REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Tim Pantauan Tayangan Ramadhan 1445/2024 Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan tiga stasiun televisi yang masih menayangkan konten program yang diduga banyak terdapat potensi pelanggaran.
Dilansir melalui laman resmi MUI, ketiga stasiun televisi tersebut yaitu ANTV dengan Programnya Pesbukers Ramadhan, TransTV melalui program Berkahnya Ramadhan dan Trans7 Sahur Lebih Segerrr dan Pas Buka FM.
Dugaan pelanggaran itu kata Wakil Ketua II Tim Pemantauan Ramadhan 1445 H, Dr Rida Hesti Ratnasari, masih berputar pada bodyshaming, kekerasan, ketidakpatutan, dan potensi eksploitasi terhadap anak.
Baca Juga: TNI Perketat Masuknya Barang Ilegal di Wilayah Perbatasan RI- PNG
Ia menyampaikan hasil pantauan tim pada tahap kedua yaitu kurun waktu 25 Maret-3 April 2024 mengungkapkan sejumlah dugaan pelanggaran dalam program-program tersebut.
Potensi pelanggaran seperti ini kata Dr Rida, terulang dan seakan tidak mau belajar dari koreksi publik.
Dijelaskannya, ketiga stasiun televisi ini belum sepenuhnya memenuhi catatan dan koreksi perbaikan temuan tim pada tahap I pantauan.
Baca Juga: Tokoh Muslim Prakarsai Pembangunan Sekolah Katolik, Cikal Bakal Hadirnya Toleransi di Pepageka
Dia juga mengapresiasi sebagian program yang tak lagi memuat program terindikasikan adegan fisik laki suka sama laki (LSL) sebagaimana hasil pantauan pada tahap I.
KPI diminta agar atas temuan- temuan oleh MUI, tak hanya pada aspek pembinaan khusus, tetapi perlu memberikan sanksi bila terbukti, KPI juga diminta bersikap tegas sesuai dengan level pelenggaran yang dilakukan ketiga stasiun televisi.
Rida juga merekomendasikan pembinaan secara umum, baik untuk program siaran terindikasi pelanggaran maupun program siaran terapresiasi, agar dapat berkelanjutan serta melibatkan MUI.
Baca Juga: Stipas Reinha Donasi Buku untuk Komunitas TBM Palo Porong di Flotim
Hal ini agar pembinaan berdampak terhadap kualitas program siaran secara terukur.
Artikel Terkait
Pesawat Hercules TNI AU Sukses Terjunkan Bantuan di Gaza
Produksi Menurun, Petani Arak Lamahelan Pilih Merantau
Stipas Reinha Donasi Buku untuk Komunitas TBM Palo Porong di Flotim
Tokoh Muslim Prakarsai Pembangunan Sekolah Katolik, Cikal Bakal Hadirnya Toleransi di Pepageka
TNI Perketat Masuknya Barang Ilegal di Wilayah Perbatasan RI- PNG