Direktorat KMA Gelar SLKL di Desa Bungalawan, Ile Boleng

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 22 Juni 2024 | 12:29 WIB
Dra. Sri Hartini,M.Si selaku pamong budaya ahli utama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, saat memberikan materinya.  (Foto/ Elen Labina)
Dra. Sri Hartini,M.Si selaku pamong budaya ahli utama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, saat memberikan materinya. (Foto/ Elen Labina)

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat menggelar kegiatan pembekalan (ToT) Pandu Budaya Sekolah Lapang Kearifan lokal kedaulatan pangan dan Masyarakat adat di desa Bungalawan Kecamatan Ile Boleng, selama tiga hari Kamis 20 juni hingga Sabtu 22 juni 2024

Dra. Sri Hartini,M.Si selaku pamong budaya ahli utama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya Pembangunan kebudayaan karena hal itu dapat memperkukuh jati diri dan karakter bangsa sekaligus sebagai investasi untuk membangun peradaban bangsa.

Desa Bungalawan menjadi salah satu icon kebudayaan karena memiliki kearifan lokal dan nilai gotong royong yang melekat erat di hati Masyarakat.

Baca Juga: Jelang Pesta Pelindung Paroki, Anak Muda Kampung Tengah di Larantuka Antusias Hias Kapela Sanjuan

Pandu budaya diharapkan mampu memajukan dan melestarikan budaya.

Budaya itu sangat penting karena menyangkut jati diri atau identitas diri kita. Investasi kebudayaan membentuk peradaban manusia melalui internalisasi nilai-nilai. 

Desa Bungalawan menjadi salah satu desa yang memiliki kearifan lokal dan memegang teguh nilai gotong royong.

Baca Juga: Niat Hentikan Tawuran, Berujung Dibui, Ini yang Dilakukan Oleh Pria Tersebut!

Pandu budaya menjadi “spirit” tumbuhnya kearifan lokal yang mulai menghilang,” Ungkap Pamong budaya ahli.

Andreas Kewa Aman,SH selaku Plt. Asisten Bidang perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Flores Timur dalam sambutannya mengapresiasi kerja Direktorat KMA di Flores Timur yang memberikan perhatian di bidang kebudayaan untuk desa-desa di kabupaten Flores Timur

Flores timur 19 kecamatan dan 250 desa/kelurahan dan sejauh ini turut menerapkan kebijakan pemerintah terkait pangan lokal dengan menggemakan slogan nona sari setia No Nasi Sehari, kita sehat, bahagia dan aman.

Baca Juga: Bawa Sajam Tanpa Ijin, Satreskrim Serahkan Tersangka ke Kejari Nabire, Papua

“Apresiasi kepada Direktorat KMA yang memberikan perhatian di bidang kebudayaan untuk desa-desa di Kabupaten Flores Timur. Flores Timur terdiri atas 19 kecamatan dan 250 desa/kelurahan sejauh ini turut mengimplementasikan slogan nona sari setia No Nasi Sehari, kita sehat, bahagia dan aman,” ungkap Andreas Kewa Aman,SH

Kepala Bidang Kebudayaan kabupaten Flores Timur Silvester Petara Hurit mengingatkan kembali tentang degradasi kearifan lokal milik Masyarakat adat serentak runtuhnya nilai-nilai di dalam Masyarakat. Masyarakat adat kehilangan keseimbangan relasi kosmos diri dan leluhurnya

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X