“Kita telah kehilangan banyak hal terkait kearifan lokal serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Relasi ritus, ritual dan spiritual Masyarakat adat dengan leluhurnya harus dieratkan Kembali untuk mencapai kesejatian hidup,” ujar Silvester.
Baca Juga: Negara Ini Dilanda Pemadaman Listrik yang Menyebabkan 18 Juta Orang Berada dalam Kegelapan
Turut hadir I Made Dharma Suteja,S.S.,M.Si selaku Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XVI, Inspektorat Jenderal Kemdikbud ristek Agus Setiabudi,S.Ip, Yenny Lasmawati selaku Sekretariat jenderal Kebudaya, ketua tim kerja Rosalina Zwedika, Yanu Endar Prasetyo selaku Badan Riset dan Inovasi Nasional, Ade Tanesa selaku Kurator dan Silvester Petara Hurit kepala bidang kebudayaan Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan berlangsung tiga hari ini menghasilkan pandu budaya yang akan melaksanakan praktik temu kenali potensi kearifan lokal di daerahnya masing-masing.
Artikel Terkait
Jalan Tikus, Menjadi Jalur Penyelundupan Pakian Bekas dari Negara Timor Leste ke Kota Kupang
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos, Polisi Lakukan Olah TKP dan Evakuasi Jasad Korban
Bawa Sajam Tanpa Ijin, Satreskrim Serahkan Tersangka keĀ Kejari Nabire, Papua
Niat Hentikan Tawuran, Berujung Dibui, Ini yang Dilakukan Oleh Pria Tersebut!
Jelang Pesta Pelindung Paroki, Anak Muda Kampung Tengah di Larantuka Antusias Hias Kapela Sanjuan