Namun, informasi yang beredar menyebutkan bahwa ia tidak lolos dalam tes tersebut
Meskipun demikian, ia tetap dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan proses seleksi selanjutnya.
Kabar ini cepat menyebar di kalangan netizen, dengan banyak yang mempertanyakan integritas dan transparansi proses seleksi.
Baca Juga: Dua Karyawan Ini Nekat Curi Pipa Tembaga AC, Diamankan Polisi Setelah Cek CCTV
Beberapa pihak menduga adanya intervensi atau pengaruh jabatan yang memungkinkan hal ini terjadi.
Reaksi publik yang beragam menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Untuk itu, penyelesaian yang transparan dan adil diharapkan dapat memulihkan kepercayaan tersebut dan memastikan bahwa proses seleksi di Akpol benar-benar berdasarkan kemampuan dan kualifikasi yang sah.
Baca Juga: Sebanyak 8 Tersangka Diamankan Polda Bengkulu dalam Operasi Antik Nala 2024
Kuota Mabes
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Ariasandy, kepada Reportase NTT beberapa waktu lalu menjelaskan, anaknya Kapolda NTT mendaftar di NTT karena sudah berdomisili di Kota Kupang selama tujuh bulan. Secara aturan, kata dia anak Kapolda sudah bisa mendaftar.
Ariasandy menjelaskan polemik nilai anak Kapolda NTT itu berbeda.
Sebab, Anaknya Kapolda NTT merupakan calon taruna yang masuk dalam kuota Mabes Polri, bukan kuota reguler dari Polda NTT.
Baca Juga: Ratusan Gram Sabu Diamankan, Polisi Ungkap Kasus Narkoba di Lombok Timur
Artikel Terkait
Polres Sibolga Berhasil Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu
Sebanyak 198 Bintara Polri di Polda NTT Resmi Dilantik, Irjen Pol. Daniel: Selalu Pegang Teguh Integritas dalam Menjalankan Tugas
Rugikan Negara Rp1,35 Miliar, Ternyata Peran Pelaku Berbeda- beda dalam Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Rumah Sakit
Ingin Belajar tentang Pemberdayaan Polwan dan Pengarusutamaan Gender, Polisi Kamboja Studi Banding ke Indonesia
Jangan Tergiur dengan Uang Belasan Juta, Polda Aceh Tegaskan Hukuman Ini Bagi Penyelundup Imigran Rohingya!