REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Flores Timur kembali mencatat prestasi gemilang dalam melakukan pemutakhiran data dan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilihan umum tahun ini.
Proses yang berjalan lancar dan tertib ini menunjukkan kesiapan KPU Flores Timur (Flotim) dalam menyelenggarakan pemilu yang transparan dan akuntabel.
Plh Ketua KPU Flotim, Stefanus Ile Ratu mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini.
Baca Juga: Polemik Tunjangan Profesi Guru di Flores Timur, Ketua PGRI: Jangan Main- main dengan Guru
"Kami sangat bersyukur bahwa seluruh proses coklit dapat berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja keras dan kerjasama seluruh tim KPU serta partisipasi aktif dari masyarakat," ujarnya dalam kegiatan sosialisasi KPU nomor 8 tahun 2024 tentang pencalonan gubernur dan wakil gubernur bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota, di Aula Susteran Panti Jompo, Kelurahan Sarotari, Kecamatan Larantuka, Rabu (31/72024).
Stefanus menambahkan, pantarli telah berhasil melakukan pencocokan pemilihan di 483 Tempat Pemungutan Suara (TPS), mencakup 250 kelurahan dan 19 kecamatan
Proses ini merupakan bagian dari persiapan menjelang pemilihan umum yang akan datang.
Baca Juga: Orang Tua Calon Taruna Akpol Dihimbau Waspadai Penipuan Modus Kuota Susulan
Ia menyampaikan bahwa pencocokan pemilihan ini berjalan dengan lancar berkat kerjasama yang solid antara para petugas di lapangan dan dukungan penuh dari masyarakat.
"Kami berterima kasih atas partisipasi aktif masyarakat serta dedikasi para petugas yang telah bekerja keras untuk memastikan data pemilih terverifikasi dengan baik," ujarnya.
Dalam proses pencocokan ini, petugas Pantarli melakukan verifikasi data pemilih dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk memastikan keakuratan data.
Hal ini dilakukan guna mencegah adanya pemilih ganda serta memastikan setiap warga yang berhak memiliki kesempatan untuk memberikan suaranya.
Selain itu, Pantarli juga telah menyediakan layanan pengaduan bagi warga yang merasa belum terdata atau mengalami kesalahan dalam pencatatan.
Artikel Terkait
Dua Pemuda di Jayapura Diringksu Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya!
Beritakan Dugaan Jual Beli Kuota Haji dan Suap Miliar Rupiah Kepada anggota DPR, MKD Minta Media Tempo Klarifikasi
Viral, Terima Orderan Makanan Sambil Telanjang, Pria di Bandung Diringkus Polisi
Orang Tua Calon Taruna Akpol Dihimbau Waspadai Penipuan Modus Kuota Susulan
Polemik Tunjangan Profesi Guru di Flores Timur, Ketua PGRI: Jangan Main- main dengan Guru