Doni Dihen: Perayaan Adat yang Mempertegas Identitas sebagai Manusia Adat

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 12 Agustus 2024 | 08:17 WIB
Anton Doni Dihen,  Bakal Calon Bupati Flores Timur
Anton Doni Dihen, Bakal Calon Bupati Flores Timur

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Masyarakat adat Boru Kedang menyelenggarakan pesta adat Pati Ea selama seminggu dengan puncak acara tanggal 11 Agustus 2024, sebagai ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk arwah para leluhur dan beberapa arwah yang baru meninggal untuk dihantar ke peristirahatan yang layak.

Masyarakat adat setempat percaya, bahwa arwah mereka yang belum diadatkan dengan cara ini masih berada di tempat di sekitaran dunia. 

Anton Doni Dihen dan Ignas Boli Uran, pasangan calon bupati dan wakil bupati Flores Timur dengan nama paket ADD-IBU, hadir dan mengambil bagian dalam pesta adat ini. 

Baca Juga: Data Ganda Aktif Ditemukan Jelang Pilkada, KPU Flotim Akan Berkoordinasi dengan Disdukcapil

Anton Doni Dihen, yang lebih dikenal dengan nama ADD, turut memberikan sambutan mewakili undangan yang hadir. 

Dalam sambutannya, ADD menyampaikan apresiasi dan selamat atas terselenggaranya pesta adat, yang pada tahun ini menjadi tanggung jawab Suku Iri Lewuk berdasarkan hasil musyawarah Lembaga Adat Desa Boru Kedang tahun sebelumnya. 

Menggarisbawahi beberapa pernyataan yang disampaikan Kepala Desa Boru Kedang Don Moruk sebelumnya, Anton Doni mengatakan, pesta adat Pati Ea dapat menjadi kesempatan untuk menyegarkan dan menguatkan kembali jati diri warga masyarakat adat Boru Kedang sebagai manusia adat. 

 Baca Juga: Perdana, Polres Ende Inisiasi Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa di Bukit Kezimara

Manusia adat menurut Doni Dihen, harus dipahami dengan benar. 

Manusia adat jelasnya, adalah manusia yang menjunjung tinggi sopan santun dan hormat pada orang tua dan sesama warga, dalam semangat saling membantu dan menyayangi. 

"Manusia adat adalah manusia yang memperlihatkan etos kerja yang baik, agar dapat mendayagunakan sumber daya warisan adat yang ada dalam bentuk ladang dan kebun. Manusia adat adalah manusia yang mengabdikan diri pada kepentingan 'Lewo' (desa), dalam kerja sama dengan pemerintah desa," katanya.

Baca Juga: Pembuat dan Penyebar Konten Pornografi Bisa Dipidana, Polda Metro Tegaskan Hal Ini!

Anton Doni mengatakan, di beberapa tempat, ada gejala, orang mengatakan diri mereka sebagai orang adat, tetapi perilaku mereka justru tidak menunjukkan jati diri mereka sebagai orang adat. 

"Kita berada di zaman dengan krisis nilai yang serius. Karena itu, pesta adat harus menguatkan komitmen warga masyarakat adat untuk makin tunduk pada nilai dan norma yang baik, untuk kesejahteraan bersama, baik pada tingkat keluarga, pada tingkat suku maupun pada tingkat Lewo," ujar politisi yang pernah belajar sosiologi pada Universitas Indonesia ini. 

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X