REPORTASENTT.COM, KARAWANG- Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menyoroti insiden kebakaran yang terjadi di PT Monokem Surya pada Desember lalu.
Ia mengatakan, kasus ini tidak boleh diselesaikan secara tergesa- gesa, terutama karena adanya korban jiwa yang harus menjadi perhatian utama.
"Kami hadir di sini untuk meluruskan berbagai hal. Berita berkembang karena ada kejadian ledakan yang memakan korban. Kami sangat miris mendengarnya. Kok masalah ini, padahal ada korban nyawa, bisa dianggap selesai begitu cepat hanya dengan musyawarah? Padahal ini delik umum, bukan delik aduan. Kenapa kasus ini bisa ditutup dalam waktu singkat, dari Desember hingga akhir Januari?" ujar Dony Maryadi Oekon kepada Parlementaria saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pabrik di Karawang, Jawa Barat, Jumat (14/02/2025).
Baca Juga: Sistem 'Tempel', 'Maps', hingga COD, Modus Baru Pengedar Obat- obatan Terlarang
Selain mempertanyakan proses hukum yang dianggap terlalu cepat, Dony juga menyoroti kondisi pabrik yang dinilai belum siap untuk beroperasi.
Ia mempertanyakan status perizinan dan analisis dampak lingkungan (Amdal) yang belum tuntas.
"Kami melihat langsung kondisi pabriknya. Apakah mereka benar-benar siap untuk produksi atau tidak? Karena izinnya sendiri, Amdalnya sendiri belum selesai. Tapi sudah ada kejadian kebakaran seperti ini. Ini harus menjadi perhatian serius," tegasnya.
Baca Juga: Terungkap! Pria di Ciamis Jual Senjata Api Rakitan Lewat YouTube, Modusnya Bikin Geleng- geleng
Dony juga mengkritisi faktor keselamatan kerja di pabrik, yang menurutnya kurang memadai dan menjadi pemicu utama insiden tragis tersebut.
"Saya melihat kondisi di lapangan, aspek keamanannya sangat miris. Keselamatan kerja di pabrik ini harus dievaluasi. Area produksi dekat sekali dengan sumber panas, tungku, dan peralatan lainnya. Ini membuat risiko kecelakaan semakin tinggi," jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan.
Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi XII DPR RI akan meminta klarifikasi dari pihak terkait, termasuk perusahaan dan instansi pengawas ketenagakerjaan.
Dony menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani secara transparan dan bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Artikel Terkait
Kebijakan Efisiensi Anggaran Presiden Prabowo dan Dampaknya bagi Daerah
Bripka Nasrul Ikhwan Ninong, Polisi Inovatif Pelestari Tomat Raksasa, Diusulkan Masuk Hoegeng Awards 2025
Gerebek Kamar Tersangka, Polisi Temukan Barang Tak Terduga di Samping NMAX Merah!
Terungkap! Pria di Ciamis Jual Senjata Api Rakitan Lewat YouTube, Modusnya Bikin Geleng- geleng
Sistem 'Tempel', 'Maps', hingga COD, Modus Baru Pengedar Obat- obatan Terlarang