pariwisata

Sumba Weaving Museum Resmi Dibuka, Kampung Raja Pao Jadi Rumah Baru Warisan Tenun Sumba

Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB
Suasana peresmian Sumba Weaving Museum di Kampung Raja Pao, Sumba Timur, dihadiri masyarakat, tokoh daerah, perajin tenun, dan tamu undangan. (Foto dok.)

 

REPORTASENTT.COM, SUMBA TIMUR,— Sumba Weaving Museum resmi dibuka di Kampung Raja Pao, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (12/7/2026). Peresmian tersebut dihadiri lebih dari 90 orang yang terdiri atas masyarakat setempat, tokoh daerah, anak-anak, serta tamu undangan yang menyaksikan hadirnya ruang baru pelestarian budaya tenun Sumba.

Museum berbasis masyarakat itu dibangun sebagai wadah untuk menjaga warisan kain tenun tradisional sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi para perajin lokal.

Kehadiran museum ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai budaya, teknik pembuatan kain, serta cerita di balik setiap motif tenun yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Baca Juga: Konflik Adonara Berpeluang Mereda, Tokoh Adat Siapkan Forum Perdamaian



Program pembukaan museum digagas oleh eYAA Cohort 6 Youth Volunteers bersama pemangku kepentingan daerah dan organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran kain tenun khas Kampung Raja Pao serta pertunjukan langsung proses menenun yang dilakukan para perempuan setempat.

Salah satu karya yang menjadi perhatian dalam pameran tersebut adalah tenun Mama Rajah. Kain hasil karya tersebut menggambarkan keterampilan perajin perempuan Sumba yang mempertahankan teknik tradisional melalui pengetahuan budaya yang diwariskan antar-generasi.

Sekretaris Daerah Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu yang hadir mewakili pemerintah daerah menyampaikan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat sekaligus mendukung perkembangan pariwisata daerah.

 

Baca Juga: Massa Konvoi Diduga Lempari Rumah Warga di TTS, Polisi Selidiki Perusakan 32 Rumah



“Pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas masyarakat dan membuka peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan,” kata Umbu Ngadu Ndamu.

Perwakilan Maybank Foundation, Aiidir Putera selaku Head of MaybankHeart and Youth serta Yudhi Sutrisna selaku Head of Corporate Social Responsibilities Maybank Indonesia, turut hadir dalam peresmian tersebut.

Keduanya memberikan perhatian terhadap peran anak muda dan masyarakat dalam menciptakan program pemberdayaan yang berdampak bagi perajin lokal.

 

 

Baca Juga: Kapal Mati Mesin di Perairan Sikka, Tim SAR Evakuasi Tiga Penumpang dan Selamatkan Tujuh Orang



ASEAN Foundation melalui program pengembangan kepemudaan juga mendukung upaya pelestarian budaya dan pembangunan berbasis komunitas.

Halaman:

Tags

Terkini