Sumba Weaving Museum Resmi Dibuka, Kampung Raja Pao Jadi Rumah Baru Warisan Tenun Sumba

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB
Suasana peresmian Sumba Weaving Museum di Kampung Raja Pao, Sumba Timur, dihadiri masyarakat, tokoh daerah, perajin tenun, dan tamu undangan.    (Foto dok.)
Suasana peresmian Sumba Weaving Museum di Kampung Raja Pao, Sumba Timur, dihadiri masyarakat, tokoh daerah, perajin tenun, dan tamu undangan. (Foto dok.)

Sementara itu, Tenunin sebagai organisasi mitra mendorong penguatan kapasitas perajin lokal melalui pengembangan ekosistem tenun yang berkelanjutan.

Acara peresmian turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Sumba Timur Marolop Simanjuntak, perwakilan Dinas Pendidikan Sumba Timur Imanuel Takanjanji, Camat Umalulu Umbu Weki, serta Kepala Desa Watuhadang Richard bersama masyarakat Kampung Raja Pao.

 

Baca Juga: Prabowo Dorong Sinergi Kampus dan PT PAL Perkuat Industri Perkapalan Nasional



Sumba Weaving Museum tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan koleksi kain, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran budaya yang mempertemukan penenun dengan pengunjung.

Museum ini menjadi ruang interaksi untuk mengenalkan sejarah, teknik, dan makna filosofis di balik kain tenun Sumba.

Melalui keberadaan museum tersebut, masyarakat Kampung Raja Pao memperoleh ruang baru untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi menenun.

 

Baca Juga: Korban Pengeroyokan di Tabanan Diduga Cari Uang Sekolah Anak, Video Tangis Putrinya Viral di Media Sosial

 

Peresmian Sumba Weaving Museum menjadi langkah baru dalam memperkuat pelestarian warisan budaya Sumba Timur melalui peran masyarakat lokal.

Insan Bumi Mandiri (IBM), lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat pedalaman Indonesia sejak 2016, menjadi salah satu pihak yang mendukung pengembangan program berbasis komunitas.

Melalui perjalanan pemberdayaan tersebut, Tenunin kemudian berkembang sebagai perusahaan sosial yang menghubungkan pelestarian tenun dengan ekosistem bisnis berkelanjutan bagi perajin lokal.
keberlanjutan lingkungan.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X