Selain sebagai founder/pendiri, Ia pun memberi diri untuk menjadi nahkoda dan fasilitator dari komunitas ini.
Baca Juga: Banjir Bandang di Sumatra Barat, Bawa Material Vulkanik Gunung Marapi
Selain melaksanakan berbagai macam kegiatan pendampingan bagi para anggota yang dipanduh oleh fasilitator, ataupun menghadirkan pemateri-pemateri dari luar, komunitas ini juga memiliki sebuah rumah perpustakaan mini sekaligus sebagai wadah belajar bagi anggotanya.
Letak perpustakaan milik komunitas ini berada tepat di samping bangunan gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius-Kolidatang. Dengan adanya perpustakaan tersebut, maka tentuhnya komunitas ini pun membutuhkan berbagai macam buku-buku yang digunakan sebagai media belajar untuk anggotanya dan juga masyarakat secara umum.
Penulis: Elen Labina
Artikel Terkait
Gaji Guru Honorer Lambat Dibayar, Ini Penjelasan Kadis PKO Flotim
Tolak Dana BOS Jadi Program Makan Siang Gratis, Komisi X: Jangan Korbankan Pendidikan!
Soal Diskriminasi Guru Sekolah Swasta Ikut Tes PPPK, Ini Penegasan Hugo Pareira ke Mendikbud
TBM Palo Porong Kolidatang Gelar Pembinaan Iman bagi Anggota Komunitas
Kualitas Dinas Pendidikan Flores Timur Masuk Zona Merah, Ombudsman NTT Akan Lakukan Ini!