"Warga SDK Honihama telah melakukan banyak hal yang membuka ruang kreasi kepada Anak anak. Memberi ruang tersalurnya bakat dan potensi bagi anak. Memenuhi kebutuhan mereka. Selanjutnya, untuk benar benar melahirkan atau menciptakan sekolah ramah anak, segenap elemen dalam sekolah dan masyarakat secara luas harus mampu mengkondisikan iklim belajar di sekolah yang aman, sehat dan menyenangkan," kata Maksi.
Narasumber utama, Silvester Sina Wuan menyampaikan bahwa pentingnya budaya positif guna menunjang proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.
Materi dimulai dengan gambaran umum mengenai sekolah ramah anak dan dilanjutkan dengan Budaya positif.
Setelah pemaparan materi, peserta kegiatan melakukan simulasi penerapan Segitiga Restitusi secara berpasangan.
Terlihat guru guru bersemangat untuk belajar dan menerapkan budaya positif usai menerima materi.
Baca Juga: Dua Desa di Flotim Bersatu Perkuat Kelembagaan Tani Hutan dan Pengolahan HHBK Melalui Pelatihan bersama UPTD KPH
Vin Mudaledo, Pengurus PGRI Flores Timur pada kesempatan menutup kegiatan, memberikan motivasi dan menitipkan harapan, agar guru mulai melakukan dari hal hal sederhana dan keluar dari Zona nyamannya sehingga bisa membawa suatu perubahan yang lebih baik.
"Saya menitipkan harapan, terkait materi hari ini, agar guru mulai melakukan hal hal sederhana dan keluar dari Zona nyamannya sehingga bisa membawa suatu perubahan yang lebih baik," kata Vin.
Artikel Terkait
Upaya Antisipasi Pasca Insiden di Desa Bugalima, TNI dan Polri Masih Terus Lakukan Patroli
Dede Yusuf Usulkan Satgas Pembasmi Mafia Tanah: Tegas, Bikin Kapok Para Mafia!
BPOM Tegas Ambil Langkah Cepat: Tarik Produk Latiao Diduga Penyebab Keracunan Pangan
Bawaslu Imbau Daerah Verifikasi Ulang Daftar Pemilih Tetap Pilkada 2024
Ketua Komisi XIII DPR RI Minta Nilai- nilai HAM di Indonesia Diterapkan Seperti Drakor