Hal ini dilakukan agar warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal. Pemulihan lingkungan itu di antaranya seperti membantu warga membersihkan rumah, jalanan dari lumpur dan sisa sampah, serta pembersihan saluran drainase.
Baca Juga: Wamenkes Tinjau Langsung Integrasi Layanan Primer Puskesmas
“Berdasarkan laporan BPBD sudah hampir 98 persen surut, artinya kita sudah harus beralih bagaimana pemulihan lingkungan dilakukan agar ketika potensi banjir dan hujan kembali terjadi bisa meminimalisir resiko banjirnya,” terang Bambang.
Selain fasilitas umum dan sosial, pembersihan rumah secara mandiri juga perlu didukung.
BNPB sudah merencanakan akan memberikan bantuan seperti alat kebersihan untuk rumah tangga serta penyemprotan desinfektan di setiap rumah yang terdampak.
Baca Juga: DPR RI dan Media Berperan Penting dalam Pengembangan KEK Batam
Bambang berharap upaya yang dilakukan dapat membantu masyarakat terdampak memulai kembali kehidupannya.
“Jadi pembersihan secara mandiri perlu kita dukung juga kemudian dukungan dengan pompa air dan mobil tangki yang mungkin listriknya juga belum hidup sehingga perlu ada dukungan air bersih, ini harus dilakukan sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemilu 2024, El Asamau Raih Suara Tertinggi ke Tiga Calon DPD RI Dapil NTT
Pemilu Ulang Akan Digelar di 4 TPS di Kabupaten Alor
KPU Kabupaten Manggarai Sosialisasi PSU Pemilu 2024
Polres Ende Gelar Rakor Kesiapan Pengamanan Pleno Penghitungan Suara Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten
Logostik Pemilu dari Tanawawo Dikawal Ketat Menuju ke KPUD Sikka