REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Calon Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhoni Asadoma menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya pekerja migran asal NTT yang pulang ke tanah air dalam keadaan meninggal dunia, setelah mengalami penyiksaan dan ketidakadilan di luar negeri.
Beberapa dari mereka dipaksa bekerja tanpa diberikan hak upah yang layak.
"Saya prihatin melihat kondisi pekerja kita yang diperlakukan tidak manusiawi di luar negeri. Banyak yang kembali hanya dalam bentuk jenazah setelah mengalami kekerasan dan eksploitasi. Ini adalah masalah besar, dan saya bertekad untuk mengubah keadaan ini," ungkap calon wakil gubernur tersebut.
Baca Juga: Di Larantuka, Melki- Jhoni Prioritaskan Kenaikan Gaji Guru Honorer di NTT
Dengan pengalamannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhoni Asadoma menyatakan keinginannya untuk menggunakan seluruh kemampuannya dalam melayani masyarakat, khususnya dalam memerangi perdagangan manusia dan melindungi hak-hak pekerja migran.
"Saya ingin mengembangkan semua kemampuan yang saya miliki untuk memberikan diri sepenuhnya kepada masyarakat Provinsi NTT. Pengalaman saya sebagai Kapolda NTT menjadi modal penting untuk melangkah maju dan membawa perubahan yang nyata," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam memerangi praktik perdagangan manusia dan memastikan bahwa pekerja migran asal NTT mendapat perlindungan yang layak di luar negeri.
"Saya dibawa komando langsung dari bapak Prabowo untuk maju sebagai wagub NTT. Surat rekomendasi partai saya juga di tandatangani oleh bapak Prabowo. Dari presiden hingga wakil presiden adalah pendukung Melki- Jhoni, karna itu pendukung kami di pusat, itu dahsyat," kata Jhoni Asadoma dalam orasinya pada pertemuan terbatas bersama simpatisan dan pendukung di Kota Larantuka, Senin (30/9/2024).
Ia pun menyampaikan visi- misi mereka NTT maju, NTT sehat, sejahtera, dan berkualitas.
"Kita bangun jalan, jembatan masuk ke desa- desa, jaringan internet harus masuk sampai ke desa -desa, karna dengan internet kita bisa berkomunikasi dengan semua orang di manapun berada, kita bisa berbisnis, maupun berdagang," katanya.
Penulis: Elen Labina
Artikel Terkait
Oknum Anggota Polisi Ini Dibakar Cemburu, Kronologi Cinta Segitiga Berujung Konfrontasi Fisik
PTTEP Indonesia Dukung Program Kemenko Marves: Inovasi Pilah Olah Sampah untuk Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo
Mengaku Pejabat TNI AL, Pria Berpangkat Letda Gadungan Tipu Puluhan Juta: Penipuan Seleksi Terbongkar
Siang Bolong, Seorang Pencuri di Kupang Tertangkap Bawa Mesin Pompa Air Milik Warga: Apa yang Terjadi?
Di Larantuka, Melki- Jhoni Prioritaskan Kenaikan Gaji Guru Honorer di NTT