Menanggapi hal tersebut, Adrianus berjanji akan membawa seluruh aspirasi itu ke sidang paripurna.
Baca Juga: Dari Pasar Langsung Ngamuk, Pria di Sumba Timur Ini Tega Tusuk Dua Tetangga
“Semua keluhan dan masukan hari ini akan saya perjuangkan nanti. Untuk talud pengaman sungai, secara pribadi saya bisa bantu satu-dua sak semen,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di tiga kecamatan dapilnya.
Adrianus mendorong program-program pemberdayaan seperti penanaman bawang yang dinilai dapat meningkatkan pendapatan warga.
Terkait wabah virus babi, ia menjelaskan pentingnya data dari pemerintah desa agar pemerintah kabupaten dapat menindaklanjutinya.
Baca Juga: Kejari Sikka Soroti Administrasi Proyek Paga yang Ngebut Capai 100 Persen
“Rekomendasi dari desa harus jelas, berapa banyak babi yang mati. Pemerintah juga kekurangan stok, jadi datanya perlu lengkap,” tambahnya.
Mengenai pembebasan lahan di Kampung Nelayan yang belum tuntas, Adrianus mengatakan akan segera berkomunikasi dengan pemerintah daerah agar proses pembayaran dapat diselesaikan.
“Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah supaya pembayarannya bisa dituntaskan,” katanya.
Baca Juga: Sambut Adven, Paus Leo XIV Ingatkan Umat Lepas dari Materialisme dan Membuka Hati
Menutup kegiatan reses, Adrianus kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di dapilnya.
“Saya akan bersuara dalam sidang paripurna demi kesejahteraan masyarakat Flores Timur,” ujarnya.