Perawat dan Bidan di Adonara Terpaksa Gantikan Dokter, Ini Penjelasan Lengkap Kepala Puskesmas

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 14 Juli 2025 | 22:45 WIB
Puskesmas Sagu di Kecamatan Adonara.  (Foto ist)
Puskesmas Sagu di Kecamatan Adonara. (Foto ist)

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Ketiadaan dokter di Puskesmas Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, menjadi persoalan serius yang mengganggu akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar.

Kondisi ini telah berlangsung sejak Februari 2025 dan hingga kini belum ada pengganti tetap untuk mengisi kekosongan tersebut.

Minimnya tenaga medis profesional menyebabkan beban kerja tenaga kesehatan lain meningkat.


Baca Juga: Nara Teater Pentas Ibu Tanah di Desa Nayubaya, Buka Tur Teater Bertema Sejarah dan Perlawanan

Warga yang membutuhkan penanganan medis harus menempuh perjalanan cukup jauh ke fasilitas kesehatan lain, seperti Puskesmas Lambunga di Kecamatan Klubagolit, guna mendapatkan layanan dokter.

Salah satu warga Desa Sagu mengungkapkan keluhannya lantaran tidak mendapatkan pelayanan maksimal akibat ketiadaan dokter di puskesmas tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Sagu, Yohana Fransiska Bahi, menjelaskan bahwa kekosongan posisi dokter terjadi karena dokter sebelumnya tengah melanjutkan pendidikan spesialis.


Baca Juga: TNI AL Salurkan 386 Batang Pipa Air untuk Atasi Krisis Air Bersih di Ile Boleng

“Kami tidak memiliki dokter sejak Februari 2025. Dokter yang bertugas sebelumnya sedang menempuh pendidikan spesialis. Kami juga belum bisa merekrut dokter baru karena terbentur regulasi,” jelas Fransiska kepada media ini.

Sebagai solusi sementara, Dinas Kesehatan setempat menunjuk dr. Richard, dokter dari Puskesmas Lambunga, sebagai dokter konsulen untuk Puskesmas Sagu.

Namun, dr. Richard hanya menjalankan peran konsultatif dan tidak memberikan pelayanan langsung di lokasi.

Baca Juga: Guru SD di NTT Diduga Cabuli 24 Siswa, Praperadilan Ditolak Hakim!

“Dalam kondisi darurat, kami tetap harus berkonsultasi ke Puskesmas Lambunga. Ini menyulitkan, terutama saat ingin merujuk pasien yang membutuhkan penanganan segera,” ujar Fransiska.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini perawat dan bidan di Puskesmas Sagu harus menangani berbagai kasus yang seharusnya ditangani oleh dokter, yang tentu beresiko terhadap kualitas layanan.

“Pasien dengan kondisi serius bisa saja terlambat ditangani. Bahkan ada yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh, dan itu bisa membahayakan nyawa,” tambahnya.


Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X