Pemkab Flores Timur Dorong Big Push Sektor Pertanian, 89 Petani Dibekali Praktek GAP di TTS

Photo Author
Florianus Harson, Reportase NTT
- Selasa, 23 Juni 2026 | 14:02 WIB
Wakil Bupati Flores Timur Ignas Boli menerima 89 peserta magang GAP di Aula Setda usai mengikuti pembelajaran pertanian di TTS. (Foto Prokompim Flores Timur)
Wakil Bupati Flores Timur Ignas Boli menerima 89 peserta magang GAP di Aula Setda usai mengikuti pembelajaran pertanian di TTS. (Foto Prokompim Flores Timur)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA, – Pemerintah Kabupaten Flores Timur mendorong percepatan transformasi sektor pertanian melalui program Good Agricultural Practices (GAP) dengan mengirim 89 petani mengikuti magang dan pembelajaran pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, pada 8–21 Juni 2026.

Setelah menyelesaikan kegiatan di Soe, para peserta diterima langsung oleh Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Flores Timur, Senin (22/6/2026).

Program ini melibatkan 79 peserta utusan Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan 10 peserta utusan Caritas. Selama dua pekan, para petani menjalani pembelajaran di Desa Tubuhue dan Desa Kuatae, kawasan binaan Krisna, serta Desa Oenlasi dan Desa Tublopo yang didampingi Plan International.

 

Baca Juga: Dugaan Bahan Nonhalal Guncang Dapur SPPG Flores Timur, Muhammadiyah Minta Evaluasi Total

Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama Plan International, Caritas Indonesia, Krisna, GIC, dan BPR.

Materi pembelajaran mengombinasikan teori dan praktik lapangan, meliputi desain lahan, penggunaan pupuk organik, pemilihan benih unggul, pengendalian hama dan penyakit, penyusunan kalender tanam, pembangunan kemitraan usaha, pola tanam tumpangsari, teknik sambung tanaman, hingga budidaya ayam petelur.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi peserta ialah perbedaan pola pertanian antara TTS dan Flores Timur. Jika sebagian besar petani Flores Timur masih menerapkan pola monokultur, petani di TTS telah mengembangkan sistem hortikultura berbasis tumpangsari yang dinilai lebih adaptif dan produktif.

 

Baca Juga: Polisi Ungkap Pencurian Kabel PLN di TTS, Dua Pelaku Ditangkap Saat Beraksi

 

Melalui sistem tersebut, berbagai jenis tanaman umur pendek, menengah, hingga panjang ditanam secara bersamaan dalam satu lahan.

Pola ini memungkinkan panen berlangsung berkelanjutan sehingga lahan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, biaya operasional keluarga, sekaligus menjadi sumber tabungan jangka panjang.

Halaman:

Editor: Florianus Harson

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X