Peserta juga mempelajari teknik pengolahan lahan miring menggunakan metode bingkai A, pemanfaatan tanaman hias sebagai pengusir hama alami, serta perencanaan usaha berbasis analisis pasar.
Baca Juga: Enam Kasus BBM Ilegal di Sikka, Polisi Bongkar Jaringan Lintas Daerah dan Keuntungan Pelaku
Petani di TTS dinilai tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membaca tren pasar dan menyusun kalender tanam agar panen berlangsung saat harga komoditas berada pada tingkat tertinggi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Flores Timur Ignas Boli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan magang GAP di Soe.
Dukungan Pemerintah TTS, Plan International, Krisna, Bappenas, dan Caritas disebut menjadi contoh pembiayaan alternatif dalam pembangunan sektor pertanian.
Baca Juga: DLH Flores Timur Bersihkan Tumpukan Sampah Liar di Jalur Pintu Masuk Larantuka
“Program ini terlaksana tanpa menggunakan APBD II, melainkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Ini membuktikan pembangunan dapat berjalan melalui kerja sama lintas sektor,” kata Ignas Boli.
Ia menilai perubahan pola pikir petani menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Menurutnya, petani tidak lagi cukup menanam untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi harus mampu menjadikan pertanian sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan sedikitnya 30 persen peserta dapat mengaplikasikan hasil magang secara nyata dan menjadi contoh keberhasilan pengembangan hortikultura di daerah.
Baca Juga: UV Diduga TBaca Juga: Beli Tiket untuk Berlayar ke Batam, Dua Warga TTS Tertipu Tiket Pelni Palsuabrak Lari di Bandung Diamuk Massa, Netizen Soroti Aksi Ugal- ugalan Sopir
“Ukuran keberhasilan program ini bukan pada pujian atau cerita setelah pulang dari Soe, melainkan pada bukti nyata di lapangan. Semua pengalaman yang diperoleh harus ditulis di atas tanah melalui kerja dan hasil,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya langkah besar atau big push di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna mendorong lompatan produktivitas dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Peserta diingatkan agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah karena akses pembiayaan alternatif melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah tersedia untuk membangun usaha secara mandiri.
Baca Juga: Beli Tiket untuk Berlayar ke Batam, Dua Warga TTS Tertipu Tiket Pelni Palsu
Program magang ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi petani Flores Timur yang terampil, adaptif terhadap perubahan, produktif dalam pengelolaan lahan, serta mampu mewujudkan pertanian berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. ***
Artikel Terkait
UV Diduga Tabrak Lari di Bandung Diamuk Massa, Netizen Soroti Aksi Ugal- ugalan Sopir
Eks HGU di Tasikmalaya Jadi Polemik, Petani Pertanyakan Proyek Batalyon TNI
Prosesi Antar Mahar di Adonara Perkuat Identitas Budaya Lamaholot Lintas Generasi
Polisi Ungkap Pencurian Kabel PLN di TTS, Dua Pelaku Ditangkap Saat Beraksi
Dugaan Bahan Nonhalal Guncang Dapur SPPG Flores Timur, Muhammadiyah Minta Evaluasi Total