daerah

Umat Stasi Lamawolo Gelar Doa Tiga Malam untuk Mengenang Romo Ansel

Rabu, 23 April 2025 | 20:31 WIB
Umat Stasi Lamawolo Gelar Doa Tiga Malam untuk Mengenang Romo Ansel. (Foto/ Tim)

 

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Sekitar 200 umat Katolik memadati Stasi Santo Paulus Lamawolo dalam ibadat selama tiga malam berturut- turut untuk mengenang mendiang Pastor Ignasius Andreas Liwu, atau yang akrab disapa Romo Ansel.

Ibadat yang berlangsung sejak pukul 19.00 WITA ini dipimpin oleh Vinsen Oladosi, dan menjadi momen reflektif serta penghormatan mendalam atas warisan pelayanan Romo Ansel semasa hidup.

Sosok Romo Ansel dikenal luas oleh umat sebagai pribadi yang tegas, disiplin, sekaligus penuh kehangatan dalam pelayanannya.

Baca Juga: Jenazah Paus Fransiskus Disemayamkan di Basilika Santo Petrus, Inilah Waktu dan Cara Memberikan Penghormatan Terakhir

Ia aktif membina umat, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam aspek personal dan sosial.

"Beliau bukan hanya menegur, tetapi juga merangkul. Anak-anak muda yang dulu sering mabuk atau malas ke gereja, bisa merasa diperhatikan dan akhirnya kembali terlibat lewat pendekatan beliau," ujar Ronald Kopong, salah satu umat yang hadir dalam ibadat.

Romo Ansel dikenang sebagai figur kebapaan yang humoris dan mampu menjembatani berbagai kalangan, termasuk generasi muda yang selama ini merasa jauh dari Gereja.

Baca Juga: Ini Sosok Penting di Balik Kunjungan Menteri Fadli Zon ke Exotic Lamaholot di Adonara

Pendekatan yang penuh kasih ini menjadikan beliau sosok yang dirindukan banyak orang.

Selama masa pelayanannya, Romo Ansel juga terlibat aktif dalam mendorong pembentukan paroki baru, khususnya di wilayah Baya dan Wato Baya.

Banyak umat berharap, perjuangan ini akan diteruskan oleh penerusnya.

Baca Juga: Festival Exotic Lamaholot di Adonara, Menteri dan 3 Bupati Bersatu Gaungkan NTT ke Dunia Internasional

"Semangat pemekaran paroki harus terus dilanjutkan sebagai bagian dari misi pelayanan gereja yang lebih luas," tutur Ronald Kopong.

Halaman:

Tags

Terkini