REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Dunia maya kembali dihebohkan dengan aksi biadab seorang pria berinisial VOK alias Viktorius, warga Desa Wato Baya, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur.
Ia diduga menyebarkan foto vulgar hasil editan dengan wajah mantan pacarnya, V, seorang perempuan dari salah satu desa di Pulau Adonara.
Kisah ini mencuat setelah V mengaku menerima kiriman foto tak senonoh yang diedit dari wajahnya sendiri.
Baca Juga: Terungkap! Motif di Balik Penyebaran Foto Editan Vulgar Ibu Tiga Anak di Flotim
Parahnya, foto tersebut berasal dari akun Facebook miliknya yang telah diretas dan dikuasai oleh pelaku.
“Saya syok waktu keluarga kirim foto itu. Ternyata foto saya yang dulu di Facebook, dia ambil, lalu dia edit jadi vulgar. Seolah-olah saya telanjang,” ujar V saat dihubungi via telepon, Selasa (22/4/2025).
Menurut pengakuan V, hubungan asmaranya dengan Viktorius sudah lama berakhir. Ironisnya, alasan kandasnya hubungan tersebut karena Viktorius menghamili perempuan lain.
Baca Juga: Mengintip Proses Rahasia Vatikan Setelah Paus Meninggal Dunia
Namun sejak putus, pelaku terus mengganggunya lewat pesan-pesan pribadi hingga menggunakan akun palsu.
“Saya sudah blokir semua akun dia, tapi selalu muncul akun baru. Bahkan akun Facebook saya yang lama dia ubah password-nya dan pakai untuk ganggu saya,” beber V.
Diduga tak terima ditolak untuk kembali menjalin hubungan, Viktorius nekat mengedit dan menyebarkan foto vulgar tersebut ke beberapa orang.
Baca Juga: Kasus Pencurian di Sikka Masuk Babak Baru, Tersangka dan Barang Bukti Resmi Dilimpahkan
Ia bahkan disebut-sebut sebagai alumni Universitas Kanjuruhan dan mantan aktivis PMKRI Malang.
“Keluarga saya sudah tahu dan sedang mencari keberadaan dia. Kami akan lapor polisi. Masa jebolan PMKRI dan sarjana bisa berbuat sekeji ini?” tegas V.
Artikel Terkait
Dosen di Mataram Ditahan Terkait Dugaan Kasus Asusila
Pengakuan Berani Mantan Santriwati Usai Tonton Film "Bidaah", Dugaan Kasus di Ponpes Terungkap
Gunung Ibu di Halmahera Meletus, Erupsi Terekam Seismograf dengan Amplitudo 28 mm
BGN Perketat Pengawasan MBG Usai Dugaan Keracunan Siswa di Cianjur
Mengintip Proses Rahasia Vatikan Setelah Paus Meninggal Dunia