REPORTASENTT.COM- Gunung Ibu yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Rabu (23/4/2025) dini hari, tepatnya pukul 00.13 WIT.
Informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom erupsi tidak teramati karena cuaca mendung dan gelap.
Namun, aktivitas vulkanik terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi erupsi berlangsung selama 46 detik.
Baca Juga: Pengakuan Berani Mantan Santriwati Usai Tonton Film Bidaah, Dugaan Kasus di Ponpes Terungkap
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah aktif Gunung Ibu.
Selain itu, zona larangan meluas hingga 5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
"Apabila terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata) untuk menghindari gangguan kesehatan," tulis PVMBG dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Dosen di Mataram Ditahan Terkait Dugaan Kasus Asusila
PVMBG juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah masyarakat dan tidak mudah terpancing oleh isu atau informasi yang belum jelas sumbernya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diimbau untuk selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici maupun PVMBG di Bandung guna mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Masyarakat, instansi pemerintah, dan pihak terkait lainnya juga disarankan untuk terus memantau informasi resmi aktivitas Gunung Ibu melalui aplikasi Magma Indonesia, website resmi PVMBG di www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id, serta media sosial resmi PVMBG.
Artikel Terkait
Kapolres Flotim Pimpin Apel Pelepasan Personel BKO, Ini yang Terungkap Usai Pengamanan Semana Santa!
Ombudsman NTT Gelar Inspeksi Kualitas BBM di SPBU Kota Kupang, Pertamina Tegaskan BBM Sesuai Standar
Dosen di Mataram Ditahan Terkait Dugaan Kasus Asusila
Pengakuan Berani Mantan Santriwati Usai Tonton Film "Bidaah", Dugaan Kasus di Ponpes Terungkap