REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Meninggalnya seorang Paus bukan hanya menjadi momen duka bagi umat Katolik di seluruh dunia, tetapi juga menandai dimulainya rangkaian tradisi panjang di Vatikan.
Tradisi ini mengatur proses dari pengumuman wafatnya Paus, masa kekosongan Tahta Suci, hingga pemilihan penggantinya di Konklaf.
Periode ini disebut Sede Vacante, yang berarti "Tahta Kosong" dalam bahasa Latin.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok Vatikan saat seorang Paus wafat?
Baca Juga: BGN Perketat Pengawasan MBG Usai Dugaan Keracunan Siswa di Cianjur
Masa Sede Vacante: Tahta Kosong dan Tugas Dewan Kardinal
Setelah Paus dinyatakan wafat, pemerintahan Gereja Katolik untuk sementara dialihkan ke Dewan Kardinal. Mereka bertugas mengurus urusan harian Gereja dan menyiapkan segala sesuatunya untuk pemilihan Paus baru.
Namun, wewenang Dewan Kardinal sangat terbatas.
Mereka tidak bisa mengambil keputusan yang menjadi hak prerogatif Paus, seperti pengangkatan uskup atau perubahan doktrin.
Selama masa ini, jabatan-jabatan di Kuria Roma, termasuk posisi-posisi tinggi di pemerintahan Vatikan, dinyatakan kosong.
Baca Juga: Gunung Ibu di Halmahera Meletus, Erupsi Terekam Seismograf dengan Amplitudo 28 mm
Hanya beberapa pejabat yang tetap aktif menjalankan fungsi penting, seperti Kardinal Camerlengo, yang bertugas memastikan pengelolaan keuangan dan properti Takhta Suci tetap berjalan.
Konklaf: Proses Tertutup Pemilihan Paus
Artikel Terkait
Ombudsman NTT Gelar Inspeksi Kualitas BBM di SPBU Kota Kupang, Pertamina Tegaskan BBM Sesuai Standar
Dosen di Mataram Ditahan Terkait Dugaan Kasus Asusila
Pengakuan Berani Mantan Santriwati Usai Tonton Film "Bidaah", Dugaan Kasus di Ponpes Terungkap
Gunung Ibu di Halmahera Meletus, Erupsi Terekam Seismograf dengan Amplitudo 28 mm
BGN Perketat Pengawasan MBG Usai Dugaan Keracunan Siswa di Cianjur