REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Flores Timur, Lembata, dan Alor, menyatukan langkah dalam perayaan budaya bertajuk "Exotic Lamaholot: Central Culture of The World" yang akan digelar di Desa Sukutokan, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur (Flotim), pada 25 April 2025 mendatang.
Acara lintas daerah ini bukan sekdar perhelatan budaya, melainkan langkah strategis untuk menjadikan budaya Lamaholot sebagai poros pembangunan kawasan timur Indonesia yang berkelanjutan.
Menampilkan beragam atraksi seni tradisional, pameran kerajinan lokal, seminar, hingga diskusi investasi, Exotic Lamaholot dibagi dalam tiga tahap utama: pra-event, event, dan post-event.
Baca Juga: Viral! Perempuan di Adonara Jadi Korban Foto Vulgar Editan, Mantan Pacar Diduga Dalangnya
Semua dirancang untuk memperkuat posisi NTT sebagai simpul budaya dan potensi ekonomi di mata dunia.
“Lamaholot bukan sekadar identitas, tetapi kekuatan kolektif yang kini mulai membuka diri bagi dunia,” ujar tokoh nasional asal NTT, Usman Muhammad Tokan, atau yang akrab disapa Donnie Tokan, SE, MBA, MA.
Donnie menyebut dukungan penuh dari Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai energi utama dalam mendorong pembangunan kawasan berbasis budaya.
Baca Juga: Mengintip Proses Rahasia Vatikan Setelah Paus Meninggal Dunia
Budaya Jadi Motor Ekonomi
Perayaan budaya ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, yang bersama Gubernur Laka Lena dan para kepala daerah membuka ruang dialog dengan pelaku usaha, perbankan, hingga organisasi pemuda seperti HIPMI NTT.
Momentum kolaborasi tiga daerah ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman lintas kabupaten di Flores Timur, pembukaan panggung budaya untuk publik di Lembata, serta dialog investasi daerah kepulauan yang berlangsung di Alor.
Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen, Bupati Lembata Petrus Kansiun Tuaq, dan Bupati Alor Iskandar Lakamau tampil kompak mengusung misi menjadikan budaya Lamaholot sebagai daya ungkit pembangunan dan diplomasi kebudayaan.
Artikel Terkait
Pengakuan Berani Mantan Santriwati Usai Tonton Film "Bidaah", Dugaan Kasus di Ponpes Terungkap
Gunung Ibu di Halmahera Meletus, Erupsi Terekam Seismograf dengan Amplitudo 28 mm
BGN Perketat Pengawasan MBG Usai Dugaan Keracunan Siswa di Cianjur
Mengintip Proses Rahasia Vatikan Setelah Paus Meninggal Dunia
Viral! Perempuan di Adonara Jadi Korban Foto Vulgar Editan, Mantan Pacar Diduga Dalangnya