daerah

Simbol Watodiri dan Pohon Ara di Lamaholot: Legenda Tentang Cinta, Perang, dan Kutukan

Selasa, 6 Mei 2025 | 20:01 WIB
Batu berdiri atau Watodiri yang berada di Desa Watodiri sebagai salah satu obyek wisata budaya di desa Watodiri. (Foto/ Bernad Nara Gere)

Sebagian lainnya menetap di Naga Wutun, Lewo Kuma, dekat Kampung Belang, Kecamatan Nuba Tukan. Penduduk Kawella kemudian dikenal sebagai Orang Koli Buto.

Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Siap Menikah! Ternyata Dulu Dicomblangin Nagita Slavina, Begini Kisah Awalnya

Awal Kisah: Anjing Ajaib dan Tarian Solle Oha

Legenda Watodiri bermula dari sebuah pesta adat penuh sukacita, yakni tarian Solle' Oha' yang digelar di tengah kampung.

Saat warga larut dalam kegembiraan, seorang mama parubaya tampak sibuk menyalakan api untuk memasak, ditemani seekor anjing kesayangannya.

Saat hendak mengambil pengipas api (naruk), ia melihat anjing itu duduk di atas benda tersebut.

Baca Juga: Terungkap Fakta Baru di Balik Kecelakaan Maut di Kefamenanu, Polisi Naikkan Status Kasus ke Penyidikan!

Dengan nada kesal, ia menegur, "Semua orang ikut bermain tandak, kenapa engkau tidak ikut bersama mereka? Malah hanya berdiam di rumah saja?"

Tak disangka, si anjing menggigit naruk dan menyerahkannya pada sang mama. Lalu, ia mencabut gagang bambu dan berlari ke tengah pesta sambil melantunkan syair misterius:

"Urin Solle' di go ketteh, wahan Oha' di go ketteh", yang berarti: "Segala sukacita hari ini adalah milikku, karena akulah pemilik kebahagiaan ini." Syair ini diyakini sebagai pertanda buruk.

Baca Juga: HNW Kembali Serukan Bela Palestina, Bongkar Fakta Mengejutkan soal Rencana Relokasi Warga Gaza!  

Simbol Cinta Abadi

Tak lama setelah syair itu terdengar, langit berubah gelap. Angin puting beliung dan gelombang laut menggulung mendekati kampung.

Kegembiraan berubah jadi kepanikan. Warga berhamburan menyelamatkan diri.

Di tengah kekacauan, seorang anak muda memanggil ayah dan ibunya. Sang ibu, yang menggendong anak perempuan mereka, masih berada di kaki bukit, sementara sang ayah telah mencapai puncak. Ketika mereka menoleh bersamaan ke arah suara anak mereka, tragedi pun terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini