Baca Juga: Prabowo Singgung Nama Jokowi di Sidang Kabinet: Dari Isu Ijazah Palsu hingga Tuduhan Jadi 'Boneka'!
Sang ayah berubah menjadi pohon Ara, dan sang ibu, dalam pelukan dengan anaknya, membatu menjadi Watodiri, batu berdiri yang kini menjadi penanda kisah pengorbanan dan cinta tak bertepi.
Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
Bagi masyarakat Lamaholot, legenda Watodiri bukan sekadar cerita lama. Ia menjadi simbol nilai kekeluargaan, keteguhan, serta peringatan akan masa lalu yang sarat konflik dan pengorbanan.
Cerita ini terus diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat pesisir Flores Timur dan Lembata.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Traffic Light Vitka Tiban, Satu Tewas, Tiga Luka Berat
“Watodiri bukan hanya batu. Ia adalah ingatan kolektif, simbol cinta dan luka, yang tetap berdiri meski waktu terus bergulir,” ujar Yohanes Enga. (Bernad Nara Gere)
Artikel Terkait
Wujud Kepedulian Nyata, Kapolres Flotim Dukung TMMD untuk Bangun Negeri dari Desa
Luna Maya dan Maxime Bouttier Siap Menikah! Ternyata Dulu Dicomblangin Nagita Slavina, Begini Kisah Awalnya
Polisi Amankan 4 Motor di Labuan Bajo, Satu Pengendara Balas Nyindir di Medsos: Apa Kata AKP Supartha?
Bawa Misi Spesifik, Komisi XI DPR RI 'Turun Gunung' ke Labuan Bajo!
Wapres Gibran Rakabuming Kunjungi SMAS Bhaktyarsa di Kabupaten Sikka, Serahkan Bantuan Pendidikan