daerah

Tak Hanya Soal Tawuran, Ini Alasan Tokoh Masyarakat Alor Desak Damai Secepatnya

Sabtu, 31 Mei 2025 | 20:57 WIB
Para tokoh masyarakat dan pemuda Desa Air Kenari guna membahas upaya penyelesaian dan pencegahan konflik yang lebih lanjut. (Foto TBN Polda NTT)

 

REPORTASENTT.COM, ALOR- Ketegangan sosial kembali memuncak di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menyusul bentrokan antar kelompok pemuda dari Desa Air Kenari, Kelurahan Nusa Kenari, dan Kelurahan Kalabahi Tengah (Lipa) di Kecamatan Teluk Mutiara.

Namun, para tokoh masyarakat menilai, konflik ini jauh lebih dalam daripada sekedar pertikaian antar pemuda.

Kepolisian Resor Alor merespons cepat situasi yang dinilai berpotensi meluas ini.

Baca Juga: Kuliah Rasa TKI? DPR Soroti Kampus di Indonesia Kirim Mahasiswa Magang Jadi Pemetik Buah dan ART di Luar Negeri

Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, menggelar pertemuan darurat bersama para tokoh masyarakat dan pemuda di Aula Kantor Desa Air Kenari, Jumat sore (31/5), dalam upaya mencari solusi damai.

"Kita harus akui, konflik ini sudah sangat meresahkan. Kami harap dari forum ini lahir komitmen perdamaian, bukan sekadar himbauan, tapi tindakan nyata," ujar Kapolres.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Alor, Paulus Buce Brickmars, Camat Teluk Mutiara Nikodemus Alofani, para kepala dusun, serta unsur kepolisian dan TNI.

Baca Juga: MK Wajibkan Sekolah Gratis, DPR: Dana BOS Harus Naik, Sekolah Swasta Terancam Gagal Mandiri

Ketua DPRD Alor, Paulus Buce Brickmars, memperingatkan bahwa konflik ini bisa berdampak jauh lebih luas jika tidak segera diselesaikan.

Ia menilai gejolak sosial ini dapat menggoyahkan kepercayaan investor dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini bukan hanya soal anak muda ribut. Ini menyangkut masa depan daerah,” katanya, seraya menambahkan bahwa pihak legislatif akan segera berkoordinasi dengan Bupati Alor untuk membentuk langkah strategis jangka panjang.

Baca Juga: Polisi Ende Sita 7 Jerigen Moke dalam Operasi Pekat Turangga, Diduga Jadi Biang Kerok Kasus Kekerasan dan Kejahatan

Seruan untuk segera mengakhiri konflik datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan agama.

Lukas Suma, tokoh masyarakat setempat, mengatakan para tetua adat siap mengambil peran aktif dalam menenangkan generasi muda.

Ketua Ta’mir Masjid Domloli, Muhamad Usman, mendesak aparat untuk menindak tegas para pelaku kerusuhan sebagai bentuk keadilan dan efek jera.


Baca Juga: Curanmor Misterius di Flotim Akhirnya Terkuak, Pelaku Berhasil Dibekuk Setelah Ubah Warna Motor!

Halaman:

Tags

Terkini