Ia mengingatkan bahwa hukum harus berjalan beriringan dengan upaya perdamaian budaya.
Senada, Ketua Pemuda GMIT Penabur, Apungla Nahor Beriledang, mengungkapkan bahwa konflik ini sudah mulai mengganggu aktivitas keagamaan.
Ia menyebut sejumlah peserta lomba paduan suara mundur karena situasi yang tidak kondusif.
Baca Juga: Nama Hakim Dicatut Advokat, Pengadilan Negeri Larantuka Buka Suara
Ritual adat disiapkan, damai berbasis budaya
Camat Teluk Mutiara, Nikodemus Alofani, mengatakan bahwa pemerintah kecamatan tengah memfasilitasi rencana prosesi adat “Adatia”, sebuah tradisi rekonsiliasi yang melibatkan tokoh adat dari wilayah bertikai.
“Kita ingin bukan hanya damai sesaat, tapi damai yang berakar dari budaya kita sendiri,” kata Nikodemus kepada wartawan.
Kapolres Alor juga telah mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD.
Baca Juga: Nama Hakim Dicatut Advokat, Pengadilan Negeri Larantuka Buka Suara
Patroli gabungan serta pemantauan ketat terus dilakukan untuk mencegah potensi bentrokan lanjutan.
Rapat yang berlangsung lebih dari dua jam itu diakhiri dengan kesepakatan awal untuk menahan diri dan melanjutkan dialog lintas komunitas.
Artikel Terkait
Preman Nangis! Operasi Besar Polri Bikin Warga Puas, Irwasum: Kami Tak Akan Berhenti!
Misteri Kerangka di Jurang Ende Terungkap: Diduga Pemuda Asal Kalimantan yang Hilang Sejak April
Di Larantuka! Polisi Sisir Pelabuhan hingga Taman Kota, Buruh dan Sopir Dapat 'Peringatan Khusus'
MK Wajibkan Sekolah Gratis, DPR: Dana BOS Harus Naik, Sekolah Swasta Terancam Gagal Mandiri
Kuliah Rasa TKI? DPR Soroti Kampus di Indonesia Kirim Mahasiswa Magang Jadi Pemetik Buah dan ART di Luar Negeri