daerah

Pendapatan RSUD Hendrikus Fernandez Anjlok Imbas Turun Kelas, Ini kata Bupati Doni Dihen

Senin, 7 Juli 2025 | 17:27 WIB
Bupati Doni Dihen saat melakukan kanker ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka. (Foto/ Elen Labina)

Minim Dokter Spesialis Juga Disorot

Selain ICU, RSUD Larantuka juga masih kekurangan satu dokter spesialis penunjang, yakni spesialis patologi klinik.

Empat dokter spesialis dasar (penyakit dalam, anak, obgin, dan bedah) telah tersedia.

Baca Juga: 400 Penumpang Turun, 318 Naik: KM Bukit Siguntang Sandar Aman di Pelabuhan Maumere

Namun, dokter bedah masih berstatus residen dan akan digantikan oleh PNS baru lulusan tahun ini.

RSUD juga diidentifikasi membutuhkan tambahan 8 dokter umum untuk memenuhi layanan prioritas seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan kesehatan ibu-anak.

Klaim BPJS Dipangkas, Potensi Rugi Rp 2 M

Dampak finansial dari penurunan kelas ini pun mulai dihitung.

Baca Juga: Perpas Nusra XII Resmi Ditutup, Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Salah satunya, klaim BPJS untuk tindakan seperti operasi sesar yang semula bisa mencapai Rp 7–8 juta, kini hanya bisa diklaim di bawah Rp 5 juta di Kelas D.

Namun, Doni tetap optimistis target pendapatan RSUD sebesar Rp 25 miliar pada 2025 masih bisa tercapai.

"Kerugian maksimal diproyeksikan sekitar Rp 2 miliar. Tapi hal itu tidak akan mengganggu agenda perbaikan layanan," katanya.


Baca Juga: Asisten II Bupati Flotim Bongkar Fakta Energi Fosil, Puji Peran Perempuan dalam Energi Terbarukan

Penurunan status RSUD disebut Doni sebagai refleksi penting untuk memperkuat perencanaan sektor kesehatan ke depan.

Program pembenahan disebut telah masuk dalam dokumen perencanaan strategis seperti RPJMD 2025–2029 dan Rencana Kerja Dinas Kesehatan 2026.

"Kami ingin menjadikan kejadian ini sebagai momentum pembenahan total dan mendasar, baik jangka pendek maupun menengah," ujarnya.


Baca Juga: iPhone 15 Plus Raib di Rumah Sakit! Polisi Gerak Cepat, Kakek 65 Tahun Diciduk Tanpa Perlawanan di Kupang!

Halaman:

Tags

Terkini