REPORTASENTT.COM, KUPANG— Ribuan warga menghadiri doa bersama lintas agama yang digelar di Gedung Sasando, Kupang, Minggu (31/8) malam.
Acara ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, pelajar, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengatakan doa bersama ini digelar secara spontan setelah dirinya bersama Forkopimda NTT menggelar pertemuan pada siang hari.
“Doa bersama ini kami gelar secara spontan setelah pertemuan bersama Forkopimda NTT siang tadi untuk menyatukan langkah semua pihak agar NTT tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan nyaman bagi semua,” kata Melki.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan korban jiwa yang jatuh akibat kerusuhan di sejumlah daerah di Indonesia.
“Kita doakan untuk semua korban jiwa yang jatuh akibat kerusuhan di sejumlah daerah, termasuk aparat kepolisian, tenaga kerja, hingga pegawai DPRD. Semoga arwah mereka diterima di sisi Tuhan. Mari kita doakan agar Indonesia tetap aman, damai, dan persaudaraan kita semakin kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Respon Aspirasi Rakyat, DPR Sepakati Cabut Tunjangan hingga Hentikan Kunjungan ke Luar Negeri
Melki mengingatkan masyarakat NTT agar tidak terprovokasi dengan situasi di daerah lain yang berujung pada kekerasan.
“Cukup sudah kekerasan di negeri ini. Kita di NTT sepakat menjaga perdamaian. Aspirasi apa pun akan kami dengarkan, kami terima, dan kami carikan solusi lewat dialog,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah menghormati kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk melalui aksi demonstrasi.
Namun, ia menekankan agar aksi tersebut dilakukan secara damai tanpa menimbulkan kerusuhan.
“Demonstrasi boleh, menyampaikan aspirasi silakan, baik di DPRD, Polda, maupun kantor Pemprov. Tapi lakukanlah dengan cara-cara yang damai dan demokratis. Kalau rusuh, kami tindak tegas. NTT tidak punya tempat bagi perusuh,” kata Melki.