Duka dan Amarah Anies Baswedan di Pemakaman Affan, Driver Ojol Korban Rantis Brimob

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 23:29 WIB
Anies Baswedan saat menemui ibu Affan Kurniawan (kiri) dan saat ikut ke pemakaman di TPU Karet Bivak (kanan). (Instagram/ridho9yahya - Instagram/rukmanaaa08)
Anies Baswedan saat menemui ibu Affan Kurniawan (kiri) dan saat ikut ke pemakaman di TPU Karet Bivak (kanan). (Instagram/ridho9yahya - Instagram/rukmanaaa08)




 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Anies Baswedan mendatangi rumah duka Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8).
 
 


Anies hadir dengan mengenakan kemeja biru tua dan langsung menemui orang tua korban.
 
 
Kedatangan mantan Gubernur DKI Jakarta itu disambut tangisan histeris ibu Affan.
 
 
 


“Pak, anak saya nggak ada Pak, anak saya nggak ada ini,” teriak ibu korban, seperti dikutip dari unggahan Instagram @ridho9yahya, Jumat (29/8).
 
 


Dalam unggahan lain yang beredar di media sosial, Anies juga terlihat mengantarkan jenazah Affan ke peristirahatan terakhir di TPU Karet Bivak, Jakarta.
 
 


Sebelumnya, Anies menyampaikan duka mendalam dan kemarahan melalui akun Instagram pribadinya.
 
 
 
 
 
Ia menyebut Affan, yang baru berusia 21 tahun bulan lalu, menjadi korban saat memperjuangkan hak.
 
 


“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak.
 
 
 
Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan,” tulis Anies.
 
 
 
 
 

Anies menegaskan bahwa insiden ini tak boleh berhenti hanya pada permintaan maaf.
 
 
 
 
Ia mendesak adanya investigasi transparan serta proses hukum tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
 
 


“Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen,” imbuhnya.
 
 
 
 
 
Lebih jauh, Anies menyoroti pentingnya rasa aman masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di ruang demokrasi.
 
 
 
 
Ia mengkritik sikap pejabat negara yang dinilainya kerap meremehkan suara publik.
 
 


“Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut.
 
 
 
 
 
Namun, bagaimana rakyat dituntut damai jika penyelenggara negara berperilaku semena-mena?” tulisnya.
 


Di akhir pernyataannya, Anies menekankan bahwa keadilan harus segera ditegakkan agar peristiwa serupa tak lagi terulang.
 


“Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita,” pungkasnya.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X