daerah

Bentrok Berulang di Postoh dan Amagarapati, Pemda Flores Timur Siapkan Sumpah Adat dan Wajib Militer

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:30 WIB
Aparat keamanan berjaga di perbatasan Kelurahan Postoh dan Amagarapati usai bentrok warga yang menyebabkan kemacetan dan sejumlah korban luka. (Foto ist)

“Kami meningkatkan patroli dan penjagaan di titik-titik yang berpotensi memicu gesekan,” katanya.

Ketua DPRD Flores Timur, Albertus Ola Sinuor, meminta seluruh elemen masyarakat turut terlibat menjaga situasi tetap kondusif.

 

Baca Juga: Di Balik FGD Kejati NTT dan BRI, Strategi Non-Litigasi Selamatkan Miliaran Rupiah di NTT

 

“Peran orang tua, tokoh agama, dan perangkat RT/RW sangat penting untuk mengawasi generasi muda agar tidak terprovokasi,” tuturnya.

Pemerintah daerah juga memberi waktu kepada kedua pihak untuk melakukan konsolidasi internal sebelum pelaksanaan sumpah adat.

Selain jalur adat dan penguatan penegakan hukum, Pemda Flores Timur menyiapkan program pendidikan bela negara atau wajib militer bagi warga yang terlibat bentrok sebagai upaya pembinaan karakter dan pencegahan konflik berulang.

Halaman:

Tags

Terkini