daerah

Dinkes Lembata Perkuat Mutu Pelayanan Puskesmas demi Tingkatkan Keselamatan Pasien

Senin, 18 Mei 2026 | 18:21 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Lembata bersama narasumber dan peserta dari 12 puskesmas berfoto bersama usai kegiatan penguatan mutu pelayanan internal. (Foto/ ist)

 

REPORTASENTT.COM, LEWOLEBA- Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memperkuat mutu pelayanan internal puskesmas guna meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan bertajuk Pertemuan Penguatan Mutu Pelayanan Internal Puskesmas itu berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah Gorys Keraf, Senin (18/5/2026), dan dibuka Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Lembata, dr Bernardus Yoseph Beda.

Pertemuan tersebut diikuti perwakilan dari 12 puskesmas di Kabupaten Lembata, terdiri atas penanggung jawab klaster, tim mutu, serta petugas penginput Indikator Nasional Mutu (INM) dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP).

 

Baca Juga: Pemerintah Minta E-Commerce Tahan Diri: UMKM Jangan Dijadikan ATM Digital



Turut hadir Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lembata, Maria B. K. Beyeng. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dr Arjaty W. Daud dengan materi kebijakan mutu puskesmas dan manajemen risiko, serta Apris Isu terkait pencatatan, pelaporan, evaluasi INM, dan strategi peningkatan kepuasan pasien.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Lembata, dr Bernardus Yoseph Beda, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mengevaluasi standar pelayanan kesehatan di puskesmas.

“Pertemuan ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, dan kepatuhan terhadap prosedur operasional di fasilitas kesehatan,” kata Bernardus.

 

Baca Juga: Warga Narasaosina Serahkan Puluhan Senpi Rakitan dan Ratusan Anak Panah ke Polres Flores Timur



Ia menjelaskan peningkatan standar pelayanan dilakukan agar seluruh proses layanan kesehatan berjalan sesuai pedoman yang berlaku.

Selain itu, evaluasi indikator nasional mutu dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien, kepatuhan kebersihan tangan, hingga keberhasilan pengobatan pasien.

Bernardus meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan secara serius agar hasil pelatihan dapat diterapkan di masing-masing puskesmas.

 

Baca Juga: MK Nilai Aturan Harta Bersama dalam UU Perkawinan Tidak Diskriminatif, Gugatan Penghapusan Frasa Ditolak Demi Kepastian Hukum



“Kami berharap peserta dapat memahami materi dan mengaplikasikannya di puskesmas sehingga pelayanan kesehatan yang bermutu dapat terwujud di seluruh Kabupaten Lembata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lembata, Maria B. K. Beyeng, menjelaskan penguatan mutu pelayanan internal menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan dasar.

“Kalau bicara mutu, ada mutu internal dan eksternal. Hari ini fokusnya pada mutu internal yang dilakukan langsung oleh puskesmas melalui upaya peningkatan pelayanan,” kata Maria.

 

Baca Juga: DPO Penembak Bripka Arya Tewas Ditembak Polisi, Video Penangkapan Viral di Media Sosial



Menurut dia, mutu internal meliputi pelaporan indikator nasional mutu, insiden keselamatan pasien, dan manajemen risiko di fasilitas kesehatan.

Adapun mutu eksternal berkaitan dengan proses registrasi dan akreditasi puskesmas sesuai regulasi yang berlaku.

Maria menjelaskan akreditasi perdana di Kabupaten Lembata akan dilakukan pada Puskesmas Pada, Puskesmas Bean, dan Puskesmas Autanapoq. Sementara sembilan puskesmas lainnya menjalani re-akreditasi.

Halaman:

Tags

Terkini