"Ini menjadi awal mula untuk penjualan produk anyaman mencapai lebih dari 450.000 produk hingga 2028," katanya.
Pencapaian ini menurut Hanna, merupakan bukti nyata dari keterampilan luar biasa dan dedikasi para penganyam dan dukungan tak tergoyahkan dari mitra kerja merka.
"Kesuksesan Du Anyam bukan hanya tentang perdagangan, ini adalah tentang memberdayakan individu dan komunitas, tentang merayakan perempuan dan mengayam Kebaikan. Dengan memberikan peluang ekonomi kepada perempuan, kami berusaha membantu mereka meningkatkan kualitas hidup mereka, dan berkontribusi pada ekonomi desa-desa mereka," tambahnya.
Baca Juga: Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim: Jangan Merusak TKP Jika Terjadi Laka Lantas
Perjalanan Du Anyam adalah sebuah kisah tentang kekuatan kolaborasi. Di tengah keterasingan geografis dan minimnya dukungan, mereka membuktikan bahwa dengan bersama mereka bisa.
"Kata siapa anak-anak muda tidak bisa? Kata siapa anak-anak NTT tidak bisa? Kata siapa Nanti Tuhan Tolong?" ungkapnya.
Hanna juga menambahkan, kini anyaman lontar perempuan NTT, bisa sampai pasar global.
Baca Juga: Ungkap Kasus Ilegal Logging, Polisi Berhasil Amankan Puluhan Kayu Jati Sebagai Barang Bukti
"Kalian buktikan kita bisa memenuhi seluruh standar ekspor yang membutuhkan waktu lebih dari 3 tahun untuk pemenuhannya. Kalian berikan waktu, tenaga, pikiran dan hati kalian untuk memastikan keranjang-keranjang ini bisa sampai ke seluruh dunia," kata dia.
Penulis: Elen Labina
Artikel Terkait
Di Hadapan Otoritas dan Mahasiswa NUS, Paus Fransiskus Sampaikan Terima Kasih dan Refleksi Mendalam Tentang Peran Unik Singapura di Dunia
Fresly Nikijuluw Meriahkan Konser Amal Pembangunan Rumah Pastoral Leworahang, Paul Goran: Ayo Datang dan Berbagi Sukacita
Polisi Evakuasi Jenazah Petani Muda yang Ditemukan Meninggal di Hutan Lindung Sikka: Hilang Dua Hari, Ditemukan Keluarga
Berkat Kerja Keras Polisi, Motor Warga yang Dicuri Tiga Hari Lalu Berhasil Ditemukan
Anyaman Lontar NTT Sukses Tembus Pasar Global, Ekspor Lebih dari 50 Negara