Diamankan Polsek Nita, Pria 76 Tahun di Sikka Serang Warga Pakai Parang

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Kamis, 17 April 2025 | 09:41 WIB
Kakek VGM (76) saat diamankan Polisi. (Foto Polres Sikka)
Kakek VGM (76) saat diamankan Polisi. (Foto Polres Sikka)

 
REPORTASENTT.COM, SIKKA- Aksi kekerasan mengejutkan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sikka.
 
Seorang pria lanjut usia berinisial VGM (76) secara tiba-tiba mengayunkan parang ke arah seorang warga hingga menyebabkan luka robek serius di bagian wajah.

Insiden itu terjadi pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.30 WITA di Jalan Trans Maumere-Ende, tepatnya di RT 012 / RW 004, Desa Lusitada, Kecamatan Nita.
 
Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Berujung Maut di Kupang Resmi P21: Tersangka Sempat Kabur hingga ke Medan dan Alor

Korban berinisial F.S (66), seorang wiraswasta asal Dobo, sempat menghentikan sepeda motornya untuk menanyakan sesuatu kepada pelaku yang sedang berdiri di pinggir jalan.
 
Namun belum sempat bertanya, pria lansia itu tiba-tiba mengayunkan sebilah parang ke arah wajah korban, mengiris dari pipi hingga ke belakang telinga.

“Saat itu korban hendak menanyakan pohon kelapa mana yang dipanjat pelaku, tapi langsung diserang,” ujar Yanuarius Melkior (39), saksi yang juga menjadi pelapor dalam kasus ini.
 
Baca Juga: Terungkap! Dua Remaja Putri di Kupang Diduga Bully Lewat Medsos, Suara Ancaman Jadi Bukti

Usai kejadian, Yanuarius segera membawa korban menjauh dari lokasi dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Nita.
 
Laporan diterima dengan Nomor LP/B/03/IV/2025/SPKT/Polsek Nita/Polres Sikka/Polda NTT.

Petugas SPKT Polsek Nita membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut.
 
 

Selain meminta keterangan dari dua saksi mata, polisi juga telah membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk menjalani visum et repertum.
 
Pelaku VGM kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Nita, sementara penyidik mendalami motif di balik aksi brutal yang dilakukan secara tiba-tiba itu.
 
Polisi mengimbau masyarakat agar menghindari penyelesaian masalah dengan cara kekerasan, serta lebih mengedepankan mediasi dan pendekatan damai.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X